INFORMASI

Hak dan Kewajiban Pasien

Hak Pasien

  1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib yang berlaku di RS
  2. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien
  3. Memperoleh layanan yang manusiawi, jujur dan tanpa diskriminasi
  4. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional
  5. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi
  6. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan
  7. Memilih Dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di RS
  8. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar RS
  9. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya
  10. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan
  11. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya
    Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis
  12. Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya
  13. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di RS
  14. Mengajukan usul, saran perbaikan atas perlakuan RS terhadap dirinya
  15. Memperoleh Pelayanan Rohani sesuai dengan agama dan kepercayaannya serta menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya
  16. Mengajukan pengaduan kepada instansi terkait apabila RS diduga memberikan pelayanan yang tidak seusai standar, berdasarkan ketentuan peraturan peundang-undangan yang berlaku
  17. Mengajukan keluhan pelayanan RS yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui Instalasi Pemasaran dan Hubungan Masyarakat RS Vita Insani sesuai dengan ketentuan yang belaku di RS Vita Insani

Kewajiban Pasien

  1. Pasien dan keluarga wajib untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib yang berlaku di RS Vita Insani

  2. Wajib untuk mematuhi segala instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannya.

  3. Wajib memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya tentang penyakit yang diderita kepada dokter yang merawat

  4. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atas jasa pelayanan rumah sakit atau dokter

  5. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban menyetujui informasi dan menaati persetujuan yang telah dibuatnya (informed consent)

  6. Wajib menghormati hak dokter dan hak rumah sakit

  7. Wajib berterus terang apabila timbul masalah

  8. Pasien wajib beritikad baik kepada dokter, tenaga kesehatan dan RS Vita Insani

  9. Memeriksakan sedini mungkin

  10. Berobat ulang sesuai anjuran

  11. Berkeyakinan bahwa dokter beritikad baik

Tata Tertib Pengunjung

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 69 Tahun 2014 tentang : Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien untuk menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan pasien, Rumah Sakit Vita Insani memberlakukan jam kunjungan

Jam Berkunjung Untuk Keluarga Pasien

  • Setiap pengunjung wajib lapor dan menulis Identitas pada buku tamu yang disediakan oleh bagian sekuriti dan akan di beri tanda pengenal
  • Pengunjung yang berjumlah banyak tidak diperbolehkan masuk secara bersamaan, tetapi hany dibatasi 2 orang secara bergantian
  • Pengunjung diluar jam besuk wajib meninggalkan kartu identitas kepada bagian security

Pada Hari Kerja (Senin – Sabtu)

Pagi : 10.00 Wib – 12.00 Wib
Sore : 17.00 Wib – 19.00 Wib

Pada Hari Minggu/Libur

Pagi : 10.00 Wib – 12.00 Wib
Sore : 17.00 Wib – 19.00 Wib
Malam Jam : 20.00 Wib -21.00 Wib

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Jeka A Saragih,Juara MMA One Pride disambut oleh Masyarakat Pematangsiantar di Rumah Sakit Vita Insani 

Jeka A Saragih,Juara MMA One Pride disambut oleh Masyarakat Pematangsiantar di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar pada hari sabtu (10/08/2019) sore.

 

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Kenali, Cegah & Obati Penyakit Hepatitis” bagi Pasien Rawat Jalan RS Vita Insani

Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli, RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Hepatitis di Gedung 3 Lantai 1 Poliklinik RS Vita Insani, Rabu (31/07/2019). Materi di sampaikan oleh dr.Ary Stefano Dwicahyo.

Hepatitis adalah istilah umum penyakit yang merujuk pada peradangan yang terjadi di hati. Hepatitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun juga dapat disebabkan oleh kondisi lain. Beberapa penyebab hepatitis selain infeksi virus adalah kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun, serta zat racun atau obat-obatan tertentu.

Hepatitis dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh terutama yang berkaitan dengan metabolisme, karena hati memiliki banyak sekali peranan dalam metabolisme tubuh, seperti:

  • Menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.
  • Menguraikan karbohidrat, lemak, dan protein.
  • Menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Mengaktifkan berbagai enzim.
  • Membuang bilirubin (zat yang dapat membuat tubuh menjadi kuning), kolesterol, hormon, dan obat-obatan.
  • Membentuk protein seperti albumin dan faktor pembekuan darah.
  • Menyimpan karbohidrat (dalam bentuk glikogen), vitamin, dan mineral.

Hepatitis yang terjadi dapat bersifat akut maupun kronis. Seseorang yang mengalami hepatitis akut dapat memberikan beragam manifestasi dan perjalanan penyakit. Mulai dari tidak bergejala, bergejala dan sembuh sendiri, menjadi kronis, dan yang paling berbahaya adalah berkembang menjadi gagal hati. Bila berkembang menjadi hepatitis kronis, dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati (hepatocellular carcinoma) dalam kurun waktu tahunan. Pengobatan hepatitis sendiri bermacam-macam sesuai dengan jenis hepatitis yang diderita dan gejala yang muncul.

Penyebab Hepatitis

Hepatitis dapat disebabkan karena infeksi maupun bukan karena infeksi. Pembagian jenis hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus adalah sebagai berikut:

  • Hepatitis A. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A biasanya ditularkan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi feses dari penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A.
  • Hepatitis B. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui cairan tubuh yang terinfeksi virus hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani. Karena itu, berbagi pakai jarum suntik serta berhubungan seksual tanpa kondom dengan penderita hepatitis B dapat menyebabkan seseorang tertular penyakit ini.
  • Hepatitis C. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C dapat ditularkan melalui cairan tubuh, terutama melalui berbagi pakai jarum suntik dan hubungan seksual tanpa kondom.
  • Hepatitis D. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan penyakit yang jarang terjadi, namun bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.
  • Hepatitis E. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah terjadi pada lingkungan yang tidak memiliki sanitasi yang baik, akibat kontaminasi virus hepatitis E pada sumber air.

Ibu yang menderita hepatitis B dan C juga dapat menularkan kepada bayinya melalui jalan lahir.

Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga dapat terjadi akibat kerusakan pada hati oleh senyawa kimia, terutama alkohol. Konsumsi alkohol berlebihan akan merusak sel-sel hati secara permanen dan dapat berkembang menjadi gagal hati atau sirosis. Penggunaan obat-obatan melebihi dosis atau paparan racun juga dapat menyebabkan hepatitis.

Pada beberapa kasus, hepatitis terjadi karena kondisi autoimun pada tubuh. Pada hepatitis yang disebabkan oleh autoimun, sistem imun tubuh justru menyerang dan merusak sel dan jaringan tubuh sendiri, dalam hal ini adalah sel-sel hati, sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan yang terjadi dapat bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Hepatitis autoimun lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria.

Gejala Umum Hepatitis

Sebelum virus hepatitis menimbulkan gejala pada penderita, terlebih dahulu virus ini akan melewati masa inkubasi. Waktu inkubasi tiap jenis virus hepatitis berbeda-beda. HAV membutuhkan waktu inkubasi sekitar 15-45 hari, HBV sekitar 45-160 hari, dan HCV sekitar 2 minggu hingga 6 bulan.

Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita hepatitis, antara lain adalah:

  • Mengalami gejala seperti flu, misalnya mual, muntah, demam, dan lemas.
  • Feses berwarna pucat.
  • Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan (jaundice).
  • Nyeri perut.
  • Berat badan turun.
  • Urine menjadi gelap seperti teh.
  • Kehilangan nafsu makan.

Bila Anda mengalami hepatitis virus yang dapat berubah menjadi kronik, seperti hepatitis B dan C, mungkin Anda tidak mengalami gejala tersebut pada awalnya, sampai kerusakan yang dihasilkan oleh virus berefek terhadap fungsi hati. Sehingga diagnosisnya menjadi terlambat.

Faktor Risiko Hepatitis

Faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang untuk lebih mudah terkena hepatitis tergantung dari penyebab hepatitis itu sendiri. Hepatitis yang dapat menular lewat makanan atau minuman seperti hepatitis A dan hepatitis E, lebih berisiko pada pekerja pengolahan air atau pengolahan limbah. Sementara hepatitis non infeksi, lebih berisiko pada seseorang yang kecanduan alkohol.

Untuk hepatitis yang penularannya melalui cairan tubuh seperti hepatitis B,C, dan D lebih berisiko pada:

  • Petugas medis.
  • Pengguna NAPZA dengan jarum suntik.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Orang yang sering menerima transfusi darah.
  • Bayi dengan ibu yang terinfeksi virus Hepatitis

Namun saat ini sudah jarang orang yang tertular hepatitis melalui transfusi darah, karena setiap darah yang didonorkan terlebih dulu melewati pemeriksaan untuk penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui darah.

Diagnosis Hepatitis

Langkah diagnosis hepatitis pertama adalah dengan menanyakan riwayat timbulnya gejala dan mencari faktor risiko dari penderita. Lalu dilakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan tanda atau kelainan fisik yang muncul pada pasien, seperti dengan menekan perut untuk mencari pembesaran hati sebagai tanda hepatitis, dan memeriksa kulit serta mata untuk melihat perubahan warna menjadi kuning.

Setelah itu, pasien akan disarankan untuk menjalani beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Tes fungsi hati. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pasien untuk mengecek kinerja hati. Pada tes fungsi hati, kandungan enzim hati dalam darah, yaitu enzim aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase (AST/SGOT dan ALT/SGPT), akan diukur. Dalam kondisi normal, kedua enzim tersebut terdapat di dalam hati. Jika hati mengalami kerusakan akibat peradangan, kedua enzim tersebut akan tersebar dalam darah sehingga naik kadarnya. Meski demikian, perlu diingat bahwa tes fungsi hati tidak spesifik untuk menentukan penyebab hepatitis.
  • Tes antibodi virus hepatitis. Tes ini berfungsi untuk menentukan keberadaan antibodi yang spesifik untuk virus HAV, HBV, dan HCV. Pada saat seseorang terkena hepatitis akut, tubuh akan membentuk antibodi spesifik guna memusnahkan virus yang menyerang tubuh. Antibodi dapat terbentuk beberapa minggu setelah seseorang terkena infeksi virus hepatitis. Antibodi yang dapat terdeteksi pada penderita hepatitis akut, antara lain adalah:
    • Antibodi terhadap hepatitis A (anti HAV).
    • Antibodi terhadap material inti dari virus hepatitis B (anti HBc).
    • Antibodi terhadap material permukaan dari virus hepatitis B (anti HBs).
    • Antibodi terhadap material genetik virus hepatitis B (anti HBe).
    • Antibodi terhadap virus hepatitis C (anti HCV).
  • Tes protein dan materi genetik virus. Pada penderita hepatitis kronis, antibodi dan sistem imun tubuh tidak dapat memusnahkan virus sehingga virus terus berkembang dan lepas dari sel hati ke dalam darah. Keberadaan virus dalam darah dapat terdeteksi dengan tes antigen spesifik dan material genetik virus, antara lain:
    • Antigen material permukaan virus hepatitis B (HBsAg).
    • Antigen material genetik virus hepatitis B (HBeAg).
    • DNA virus hepatitis B (HBV DNA).
    • RNA virus hepatitis C (HCV RNA).
  • USG perut. Dengan bantuan gelombang suara, USG perut dapat mendeteksi kelainan pada organ hati dan sekitarnya, seperti adanya kerusakan hati, pembesaran hati, maupun tumor hati. Selain itu, melalui USG perut dapat juga terdeteksi adanya cairan dalam rongga perut serta kelainan pada kandung empedu.
  • Biopsi hati. Dalam metode ini, sampel jaringan hati akan diambil untuk kemudian diamati menggunakan mikroskop. Melalui biopsi hati, dokter dapat menentukan penyebab kerusakan yang terjadi di dalam hati.

Pengobatan Hepatitis

Pengobatan yang diberikan kepada penderita hepatitis bergantung kepada penyebabnya. Pemantauan kondisi fisik pasien selama masa penyembuhan hepatitis sangat diperlukan agar proses pemulihan bisa berjalan dengan baik. Aktivitas fisik yang melelahkan harus dihindari selama masa penyembuhan hingga gejala mereda.

Pengobatan hepatitis A, B, dan E akut umumnya tidak membutuhkan pengobatan spesifik, pengobatan difokuskan untuk meredakan gejala-gejala yang muncul, seperti mual muntah dan sakit perut. Perlu diingat pada kasus hepatitis akut, pemberian obat-obatan harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena fungsi hati pasien sedang terganggu. Pasien hepatitis akut harus menjaga asupan cairan tubuh, baik dengan minum air maupun dengan pemberian cairan lewat infus, untuk menghindari dehidrasi akibat sering muntah. Khusus untuk hepatitis C akut, akan diberikan obat interferon.

Pengobatan hepatitis kronis memiliki tujuan untuk menghambat perkembangbiakan virus, serta mencegah kerusakan hati lebih lanjut dan berkembang menjadi sirosis, kanker hati, atau gagal hati. Beda dengan hepatitis B kronis, pengobatan hepatitis C kronis juga bertujuan untuk memusnahkan virus dari dalam tubuh. Pengobatan terhadap hepatitis kronis melibatkan obat-obatan antivirus seperti ribavirin, simeprevir, lamivudine, dan entecavir, serta suntikan interferon. Pasien hepatitis kronis diharuskan untuk berhenti minum alkohol dan merokok untuk mencegah kerusakan hati bertambah parah.

Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan atau setelah terdapat infeksi hepatitis B. Pengobatan infeksi hepatitis D sampai saat ini belum diteliti lebih lanjut.

Pengobatan hepatitis autoimun umumnya melibatkan obat imunosupresan, terutama golongan kortikosteroid seperti prednisone dan budesonide. Selain itu, pasien penderita hepatitis autoimun juga dapat diberikan azathioprine, mycophenolate, tacrolimus, dan cyclosporin.

Komplikasi Hepatitis

Penderita hepatitis akut dapat mengalami hepatitis fulminan yang berujung kepada gagal hati akibat peradangan hebat pada hati. Gejala penderita hepatitis fulminan mencakup bicara kacau dan penurunan kesadaran hingga koma. Pasien juga dapat mengalami lebam dan perdarahan akibat kurangnya protein faktor pembekuan darah yang diproduksi hati. Penderita hepatitis fulminan dapat meninggal dunia dalam beberapa minggu jika tidak dirawat dengan segera.

Selain hepatitis fulminan, penderita hepatitis B dan C juga dapat mengalami hepatitis kronis. Hepatitis kronis adalah hepatitis yang terjadi pada seseorang selama lebih dari 6 bulan. Pada hepatitis kronis, virus akan berkembang biak di dalam sel-sel hati dan tidak dapat dimusnahkan oleh sistem imun. Virus yang berkembang biak secara kronis dalam hati penderita akan menyebabkan peradangan kronis dan dapat menyebabkan sirosis, kanker hati, atau gagal hati.

Pencegahan Hepatitis

Agar terhindar dari hepatitis, seseorang perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Misalnya dengan:

  • Menjaga kebersihan sumber air agar tidak terkontaminasi virus hepatitis.
  • Mencuci bahan makanan yang akan dikonsumsi, terutama kerang tiram, sayuran, serta buah-buahan.
  • Tidak berbagi pakai sikat gigi, pisau cukur, atau jarum suntik dengan orang lain.
  • Tidak menyentuh tumpahan darah tanpa sarung tangan pelindung.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman, misalnya dengan menggunakan kondom, atau tidak berganti-ganti pasangan.
  • Kurangi konsumsi alkohol.

Selain melalui pola hidup bersih dan sehat, hepatitis (terutama A dan B) bisa dicegah secara efektif melalui vaksinasi. Untuk vaksin hepatitis C, D, dan E hingga saat ini masih dalam tahap pengembangan. Namun di beberapa negara, vaksin hepatitis C sudah tersedia dan bisa digunakan.

  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “Diabetes mellitus” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Diabetes mellitus di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (24/7/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Samudra Mahadi.

Apa itu Diabetes Mellitus ?

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.

seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL.

Klasifikasi DM

  • DM tipe I : Tipe tergantung insulin(DMTI)/ IDDM  
  • DM tipe II : Tipe tak tergantung insulin (DMTTI/NIDDM)
  • DM tipe lain : tumor, infeksi, obat-obatan, penyakit sistem imune
  • DM gestasional : DM saat kehamilan (GDM)

Faktor Resiko

            faktor risiko terkena diabetes antara lain sebagai berikut :

    1. Riwayat Keluarga
    2. Obesitas Atau Kegemukan
    3. Usia Yang Semakit Bertambah
    4. Kurangnya Aktivitas Fisik
    5. Merokok
    6. Suka Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi
    7. Penderita Hipertensi Atau Tekenan Darah Tinggi
    8. Masa Kehamilan
    9. Ras Tertentu
    10. Stres Dalam Jangka Waktu Yang Lama

Gejala Diabetes

  • Sering kencing
  • Mudah lapar dan haus
  • Berat badan menurun
  • Pandangan kabur
  • Gatal- gatal terutama di sekitar kemaluan
  • Cepat lelah dan mengantuk
  • Luka sulit sembuh
  • Melahirkan bayi > 4 kg
  • Impoten
  • Kesemutan

Jenis Obat-obat Diabetes

  • Obat anti diabetes (OAD) dalam bentuk tablet
  • Insulin

Komplikasi Diabetes mellitus

  • Koma ketosidosis yaitu akibat kadar gula darah terlalu tinggi
  • Kerusakan Ginjal
  • Kerusakan dan kematian jaringan
  • Impoten
  • Penyakit Jantung Koroner
  • Stroke
  • Katarak, Buta
  • Gigi goyang

Pencegahan

  1. Batasi penggunaan gula
  2. Batasi makanan seperti jeroan, sarden, burung dara, unggas, kaldu, emping, tape
  3. Hindari makanan yang berlemak, seperti telur, keju, kepiting, udang, kerang, cumi – cumi, susu, santan
  4. Kontrol berat badan
  5. Hindari konsumsi garam yang berlebihan
  6. Stop merokok
  7. Olah raga teratur
  8. Hindari stress
  9. Stop minum – minuman beralkohol
  10. Check up secara teratur
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ TB Paru” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS  adakan penyuluhan kesehatan mengenai TB Paru serta edukasi mengenai Etika Batuk dan 6 langkah Cuci Tangan. di Ruang Cendrawasih Lantai IV, Rabu (10/7/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Muliady dan Tim PPI RS Vita Insani Pematangsiantar.

APA ITU TBC ?

  • TBC adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis
  • TBC dapat menyerang siapa saja dari golongan sosial apapun
  • TBC biasanya menyerang paru-paru,tetapi dapat juga menyerang bagian tubuh lainnya, seperti : otak, tulang, sendi, Selaput otak, kulit, kelamin dan lain- lain

APA TBC ITU BISA MENULAR ?

TBC dapat menular, terutama bila dalam dahak ditemukan kuman TBC

BAGAIMANA PENULARAN TBC

Kuman TBC keluar ke udara pada saat penderita TBC batuk, bersin atau berbicara. Kuman TBC  terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan  menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Didalam tubuh, kuman TBC dilawan oleh daya tahan tubuh,  jika daya tahan tubuh lemah, orang tersebut menjadi sakit TBC. Jika daya tahan tubuh kuat, orang tersebut tetap sehat.

FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT TBC

  • Merokok
  • Kepadatan rumah
  • Status gizi
  • Sosial-ekonomi
  • Perilaku

GEJALA PENYAKIT TBC PADA ORANG DEWASA

  1. Batuk terus menerus disertai dahak selama 3 minggu atau lebih
  2. Kadang-kadang dahak yang keluar bercampur dengan darah.
  3. Sesak nafas dengan rasa nyeri di dada
  4. Badan lemah, nafsu makan menurun,berat badan menurun
  5. Berkeringat malam hari walau tanpa aktifitas
  6. Demam meriang lebih dari sebulan

GEJALA PENYAKIT TBC  PADA ANAK

  • Berat badan turun selama 3 bulan berturut turut tanpa sebab yang jelas
  • Tidak ada nafsu makan
  • Demam lama dan berulang
  • Muncul benjolan didaerah leher, ketiak dan lipat paha
  • Batuk lama lebih dari 30 hari dan nyeri dada
  • Diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare.

APA SAJA YANG DIPRIKSA UNTUK PENYAKIT TBC

  • Anamnesa ( riwayat penyakit, keluhan dan pemeriksaan klinis ).
  • Test Mantoux ( untuk mengetahui apakah pernah terinfeksi atau belum / terutama pada anak-anak )
  • Pemeriksaan dahak (dahak diambil 3 kali dalam waktu 2 hari, yakni Sewaktu, Pagi dan Sewaktu)
  • Pemeriksaan foto rontgen

PENGOBATAN TBC

Pengobtan TBC berlangsung selama 6 bulan atau 8 bulan, terbagi 2 tahap

  • Tahap Awal (Obat berwarna merah), obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan
  • Tahap lanjutan (Obat berwarna kuning), obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan

EFEK SAMPING OBAT

Pada sebagian pasien, obat anti TBC dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain sebagai berikut:

  1. Gatal dan kemerahan di kulit
  2. Mual, muntah, tidak nafsu makan, nyeri perut, diare
  3. Nyeri sendi, nyeri tulang, kesemutan, telinga mendenging
  4. Kulit kekuningan , hepatitis
  5. Air seni berwarna merah bukan efek samping obat tetapi akibat normal karena minum OAT

Jangan hentikan sendiri pengobatan jika mengalami efek samping obat, segera hubungi petugas kesehatan untuk penanganan selanjutnya

BAGAIMANA MERAWAT PENDERITA TBC HINGGA SEMBUH

  • Minum obat teratur dan benar sesuai anjuran dokter selama 6 bulan
  • Melibatkan anggota keluarga untuk mengawasi dan memastikan penderita TBC minum obat dengan teratur dan benar

PEMANTAUAN KEMAJUAN PENGOBATAN

Dilakukan melalui pemeriksaan ulang dahak mikroskop, jadual pemeriksaan ulang dahak yakni pada akhir bulan ke-2, pada akhir bulan ke-5, dan pada akhir bulan ke-6 (akhir pengobatan).

Jika hasil pemeriksaan ulang dahak pada akhir pengobatan tidak ditemukan kuman lagi berarti penderita telah sembuh.

PENCEGAHAN TBC

Hindari keluarga anda terkena TBC dengan cara berikut ini

  1. Obati penderita TBC sampai sembuh untuk memutus rantai penularan TBC
  2. Menutup mulut dengan sapu tangan saat batuk atau bersin dan membuang dahak atau ludah di wadah bertutup
  3. Berikan imunisasi BCG pada balita untuk mencegah TBC berat
  4. Memakan makanan mengandung gizi, istirqhat cukup
  5. Membuka jendela setiap pagi hingga sore hari
  6. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Varicella ” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Varicella di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (17/07/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Rodearni Sri Ningsih Haloho

Apa itu Varicella?

  • Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster (cacar air)
  • Anak-anak sampai dewasa bisa terkena cacar air
  • Dapat berulang tergantung daya tahan tubuh

Apa Penyebabnya

  • Virus Varicella zoster
  •  Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  •  Pola hidup tidak sehat
  •  Hidup dalam lingkungan tidak bersih atau tidak sehat
  •  Penularan dari orang lain

Cara penularan

Cacar air sendiri dapat menular melalui

  1. Bersin
  2. Batuk
  3. Pakaian pasien yang tercemar
  4. Sentuhan gelembung/lepuh yang pecah
  5. Perlu juga diwaspadai kontak virus yang berasal dari air ludah atau liur dari penderita cacar air

Tanda & Gejala

  1. Demam dan lesu, kemudian demamnya menurun lalu timbul bercak-bercak merah yang mempunyai gelembung kecil diatasnya
  2. Isi gelembung biasanya bening, tetapi bila terkena infeksi akan bernanah
  3. Gelembung yang bernanah inilah  kadang-kadang menimbulkan bekas setelah sembuh

Penanganan

  • Dapat sembuh sendiri 7-14 hari
  •  Mandi menggunakan air hangat, menggunakan lotion dari dokter pada daerah yang gatal
  •  Istirahat yang cukup
  •  Makan makanan yang bergizi yang dapat menambah kekuatan sistem kekebalan tubuh
  • Menggunakan pakaian yang sedikit longgar supaya tidak membuat luka

Hal Yang Perlu Diperhatikan

  1. Segera periksa penderita cacar air ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik
  2. Mandi secara teratur pagi dan sore. Gunakan sabun yang mengandung antiseptik
  3. Hindari pemakaian bedak tabur saat gelembung pecah. Hal ini disebabkan pemberian bedak akan menambah perluasan penyebaran cairan dari cacar air yang berisi virus ke kulit yang sehat
  4. Pakailah salep yang telah di resepkan dokter seperti Acyclovir
  5. Hindari menggaruk luka bekas cacar air yang telah mengering agar tidak membekas

Komplikasi

Komplikasi pada anak-anak umumnya jarang timbul dan lebih sering pada orang dewasa, berupa ensepalitis, pneumonia, glumerulonephritis, karditis, hepatitis, keratitis, konjunctivitis,otitis, arteritis dan beberapa macam purpura.

Infeksi yang timbul pada trimester pertama kehamilan dapat menimbulkan kelainan konginetal, sedangkan infeksi yang terjadi beberapa hari menjelang kelahiran dapat me-nyebabkan varisela kongenital pada neonatus.

Pencegahan

  1. Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan
  2. Perlu pula mengkonsumsi makanan  bergizi
  3. Menghindari sumber penularan
  4. Vaksinasi cacar air
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Demam Tifoid” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Demam Tifoid di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (19/6/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Muliady.

APA ITU DEMAM TIFOID ?

penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.

PENYEBAB

Penyebab Demam Tifoid adalah Salmonella typhi. Salmonella para typhi A, B Dan C

CARA PENULARAN

  • Kebersihan diri yang rendah
  • Kebersihan makanan yang rendah
  • Lingkungan yang kumuh
  • Penyediaan air bersih yang tidak memadai
  • Jamban yang tidak memenuhi syarat
  • Pasien tifoid yang tidak sembuh sempurna

TANDA DAN GEJALA

  1. Demam Pagi rendah ,ketika sore dan malam hari demam mulai meninggi . Pada minggu ke 2 masih dalam keadaan demam Pada minggu ke 3 demam perlahan lahan turun
  1. Pusing, insomnia, dan badan kurus.
  2. Gangguan saluran pencernaan Bau mulut yang tidak sedap,lidah kelihatan kotor/ditutupi selaput putih,nyeri perut (terutama di uluh hati,mual dan muntah).
  1. Gangguan Kesadaran Pandangan seperti berkabut (ringan), Koma (berat)
  1. Hepatomegali Hati dan limpa membesar
  1. Rose spot Terdapat merah merha di badan

PENCEGAHAN

  • Menghindari jajan di tempat yang kurang terjamin kebersihannya
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan
  • Mencuci sayur dan buah buahan sampai bersih
  • Meminum air yang matang
  • Cuci tangan dengan air hangat dan sabun setelah melakukan BAB/BAK
  • Sebelum dipakai cuci peralatan makan dan minum

PERAWATAN

  1. Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam turun atau 14 hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus
  2. Aktivitas bertahap bila tidak ada panas
  3. Harus menjaga kebersihan tempat tidur, pakaian dan peralatan yang dipakai
  4. Jika sudah mendapat obat lakukan memberi obat dengan benar

DIET

  1. Diet yang harus diberikan harus cukup kalori dan tinggi protein (gizi seimbang)
  2. Pada penderita Tifoid harus diberi bubur saring
  3. Makan makanan yang tidak merangsang saluran cerna
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Demam Berdarah Dengue” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai DBD di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (12/6/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Wianlie Cendana.

APA ITU DBD ?

Penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah.

PENYEBAB DBD

Penyebab DBD adalah virus dengue yang sampai saat ini dikenal dengan 4 serotipe :

  1. Dengue – 1
  2. Dengue – 2
  3. Dengue – 3
  4. Dengue – 4

CARA PENULARAN

Virus Dengue masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

CIRI-CIRI NYAMUK AEDES AEGYPTI

  1. Nyamuk berwarna hitam dengan bercak putih di punggung
  2. Nyamuk Aedes Aegypti betina mencari mangsa pada siang hari. Aktifitas menggigit mulai pagi sampai petang hari dengan 2 puncak aktifitas antara pukul 09.00 – 10.00 dan pukul 16.00 – 17.00
  3. Istirahat di tempat gelap dan lembab di sekitar rumah.

MASA INKUBASI DBD

Masa inkubasi DBD biasanya 4 – 7 hari atau bahkan 3 – 15 hari sesudah masa tunas/inkubasi selama 3 – 15 hari orang yang tertular dapat mengalami/menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

  • Bentuk Abortif, Penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue Klasik, Penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak pendarahan dibawah kulit.
  • Dengue Haemorhagic Fever (Demam Berdarah Dengue/DBD), Gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan pendarahan dari hidung (Epitaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, Gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok/presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

TEMPAT POTENSIAL BAGI PENULARAN DBD

  1. Wilayah yang banyak kasus DBD (Endermis).
  2. Tempat-tempat umum seperti sekolah, RS, Puskesmas, Hotel, Pasar, Restoran, dan Tempat Ibadah.
  3. Pemukiman baru di pinggir kota, kemungkinan diantaranya terdapat penderita atau carier yang membawa virus dengue.

TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK AEDES AEGYPTI

Tempat penampungan air seperti : drum, tangki, tempayan, bak mandi/wc ,ember, vas bunga, barang bekas, tempat minum burung dan potongan bambu.

PENCEGAHAN

 Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit DBD, pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk DBD dengan kegiatan membrantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di tempat-tempat pembiakannya.

PEMBERANTASAN

 Cara Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dilakukan dengan cara “3M” yaitu:

  1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti : Bak mandi/WC, drum, dll. (M1)
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti : Gentong Air, Tempayan, dll (M2).
  3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3).

Selain itu ditambah dengan cara lain yang disebut “3M PLUS)

  1. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang sejenis seminggu sekali.
  2. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak.
  3. Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah.
  4. Menaburkan bubuk Larvasida.
  5. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air.
  6. Memasang kawat kasa.
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
  8. Menggunakan kelambu.
  9. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

KAPAN HARUS SEGERA DIBAWA KE RUMAH SAKIT

Bila muncul salah satu atau lebih gejala:

  1. Kesadaran menurun, anak gelisah
  2. Kulit kaki, kulit tangan lembab dan dingin
  3. Kencing berkurang atau malahn tidak kencing selama 6 jam
  4. Kejang
  5. Kurang makan, minum, muntah terus menerus hingga anak lemas
  6. Keluar pendarahan pada hidung, kulit, mulut atau dubur
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Gastroenteritis” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Gastroenteritis di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (3/7/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Adytia Theopani Bineredo Damanik.

APA ITU GASTROENTERITIS ?

Gastroenteritis yaitu peradangan pada saluran pencernaan yang melibatkan lambung dan usus kecil, sehingga mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan sakit serta kejang perut.

PENYEBAB GASTROENTERITIS

  1. Faktor infeksi ,Infeksi bakteri,Infeksi virus,Infeksi parasit
  1. Faktor malabsorbsi Malabsorbsi karbohidrat: disakarida, monosakarida pada bayi dan anak, malabsorbsi lemak, malabsorbsi protein.
  1. Faktor makanan Makanan basi beracun dan alergi makanan.
  1. Faktor kebersihan Penggunaan botol susu, air minum tercemar dengan bakteri tinja, tidak mencuci tangan sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja atau sebelum mengkonsumsi makanan.
  1. Faktor psikologi Rasa takut dan cemas dapat menyebabkan diare karena dapat merangsang peningkatan peristaltik usus.

KEBIASAAN PENYEBAB TERJADI GASTROENTERITIS

  • Makan tanpa cuci tangan yang bersih
  • Minum air mentah atau kotor
  • Makan makanan yang dihinggapi lalat
  • Buang air besar di sembarang tempat
  • Lingkungan rumah yang kotor
  • Sampah berserakan

TANDA DAN GEJALA

  • BAB cair > 3x sehari
  • Anak gelisah/rewel
  • Badan lesu/lemah
  • Muntah
  • Nyeri abdomen
  • Nafsu makan menurun
  • Demam
  • Kekurangan cairan (Dehidrasi)
  • berat badan turun
  • ketegangan dan kekenyalan kulit berkurang
  • selaput lendir mulut dan bibir kering
  • Pada bayi ubun”ubun besar cekung

AKIBAT JIKA GASTROENTERITIS TIDAK DIATASI..

  • Kehilangan cairan yang berlebih
  • Penurunan kesadaran
  • Kematian

PENATALAKSANAAN

  • Mengganti cairan yang keluar dengan memberikan
  • Memberian Makanan pada anak
  • Berikan ASI lebih sering
  • Bila tidak minum ASI berikan susu yang biasa diminum
  • Sari buah segar atau Pisang yang dihaluskan
  • Pemberian makanan sedikit demi sedikit tapi sering (Paling kurang 6 kali sehari)
  • Anak diberi makan dengan jumlah yang lebih banyak setiap hari selama 2 minggu setelah diare berhenti
  • Bila tidak diberikan oleh petugas kesehatan, jangan berikan obat-obatan

BAWA ANAK KE PELAYANAN KESEHATAN TERDEKAT JIKA DITEMUKAN SALAH SATU TANDA DIBAWAH INI

  • Tidak membaik dalam 3 Hari
  • Tinja cair keluar amat sering
  • Muntah berulang-ulang
  • Sangat haus
  • Tidak mau makan atau minum seperti biasanya
  • Demam
  • Ada darah dalam tinja
  • Anak terlihat sangat lemas
  • Didapati satu atau lebih tanda-tanda kekurangan cairan (dehidrasi)
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Keluarga Berencana” bagi Pasien Rawat Jalan RS Vita Insani

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni, RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Keluarga Berencana di Gedung 3 Lantai 1 Poliklinik RS Vita Insani, Rabu (26/6/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Melany S. Saragi.

KELUARGA BERENCANA

Suatu program yang direncanakan oleh pemerintah untuk mengatur kelahiran sehingga dapat tercapai keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

MANFAAT BER KB

  • Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan
  • Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
  • Meningkatkan kesejahteraan keluarga
  • Mengatur dan menjarangkan kehamilan
  • Meningkatkan kecukupan ASI dan pola asuh yang baik bagi anak
  • Menurunkan resiko kematian ibu dan bayi

TUJUAN BER KB

  1. Keluarga dengan anak ideal
  2. Keluarga sehat
  3. Keluarga berpendidikan
  4. Keluarga sejahtera
  5. Keluarga berketahanan
  6. Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya
  7. Penduduk tumbuh seimbang

SIAPA HARUS BER KB ?

Pasangan usia subur (PUS) yaitu usia 15-49 tahun yang ingin menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, atau mengakhiri kehamilan.

PENGERTIAN KONTRASEPSI

Kontrasepsi yaitu mencegah pembuahan sel telur (ovum) oleh sel mani (spermatozoa), sehingga tidak terjadi kehamilan.

SYARAT-SYARAT ALAT KONTRASEPSI

  1. Aman
  2. Berdaya guna dapat mencegah kehamilan.
  3. Dapat diterimaoleh lingkungan budaya di masyarakat.
  4. Terjangkau harganya oleh masyarakat
  5. Bila penggunaan alat kontrasepsi dihentikan penggunaannya akan segera kembali kesuburannya, kecuali untuk kontrasepsi permanen.

JENIS KONTRASEPSI

Kontrasepsi Permanen (Tetap)

  1. Tubektomi (Pada Wanita)

Tubektomi adalah pemotongan saluran indung telur (tuba fallopi) sehingga sel telur tidak bisa memasuki rahim untuk dibuahi.

Keuntungan :

  • Tidak ada efek samping jangka panjang
  • Permanen
  • Tidak mengganggu hubungan suami-istri

 

  1. Vasektomi (Pada Pria)

Vasektomi adalah Pemotongan pada saluran vasa deferesia dan terkadang hanya mengikat vasa deferesia.

Keuntungan :

  • Tidak menganggu hubungan suami istri dan tidak mengganggu libido/ereksi/ejakulasi
  • Tidak ada efek samping jangka panjang
  • Permanen

Kontarsepsi Nonpermanen (Kontrasepsi tidak tetap)

  1. METODE LAM  (Lactational Amenorrhoe Methode)  PEMBERIAN ASI
  • Menyusui eksklusif (menyusui bayi dari 0 s/d 4 bulan tanpa makanan tambahan)
  • ibu sering memberikan ASI siang dan malam;
  • Belum mendapat haid
  • Bayinya belum berumur 6

 

  1. Pantang Berkala (Metode Kelender)

Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan hubungan intim pada saat istri dalam masa subur.

  1. Coitus Interruptus (Sanggama Terputus)

senggama terputus atau dalam artian penis dikeluarkan dari vagina sesaat sebelum cairan sperma keluar (ejakulasi) terjadi.

Menggunakan Alat Bantu

  1. Pil KB
  2. Minipil

Alat kontrasepsi jenis pil yang hanya mengandung hormon progesteron.Pil ini cocok untuk ibu menyusui.

  1. Pil Kombinasi

alat kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

Pil ini mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat dan secara teratur.

Keuntungan :

  • tidak terganggu hubungan seksual
  • Kesuburan cepat kembali
  • Membuat menstruasi teratur
  • Mengurangi kram atau sakit saat menstruasi

 

  1. Susuk atau Implant

Alat kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada bagian tangan.

Keuntungan :

  • Daya guna tinggi
  • Perlindungan jangka panjang
  • kesuburan cepat kembali
  • :Tidak memerlukan pemeriksaan dalam

 

  1. Suntikan

Alat kontrasepsi suntik yang hanya mengandung hormon progesteron yang di berikan setiap 3 bulan sekali / 12 minggu sekali.

Keuntungan :

  • Tidak mengganggu hubungan seksual
  • Tidak mengganggu produksi ASI
  • Cocok digunakan bagi pengguna yang pelupa (lupa minum pil)

 

  1. IUD (intra uterine device) / AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / Spiral

Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat yang terbuat dari tembaga kedalam rahim.

Keuntungan :

  • Bisa digunakan untuk metode jangka panjang
  • Bisa digunakan untuk klien yang mempunyai tekanan darah tinggi
  • Tidak mengganggu produksi ASI

 

  1. Jeli, tablet busa dan spons / Spermatisida

Bahan atau substansi yang dapat me-non-aktifkan sperma sebelum sperma masuk ke rongga rahim.

Efek Samping

  • Iritasi vagina oleh spermatisida dapat meningkatkan risiko penyakit menular seksual.
  • Dapat menyebabkan infeksi di saluran kencing dan vagina.
  • Menimbulkan orang alergi terhadap bahan-bahan tersebut.

 

  1. Vagina Diafragma / Kap serviks ( cervical cap)

Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum berhubungan intim.

Keuntungan :

  • Tidak mengganggu produksi ASI
  • Bisa menghambat keluarnya darah haid

 

  1. Kondom

Kondom digunakan pada fenis pria untuk mencegah sperma bertemu sel telur ketika terjadi ejakulasi / berhubungan intim.

Keuntungan :

Mudah untuk didapatkan, tidak membutuhkan bantuan medis untuk menggunakannya, dapat melindungi dari PMS, dan mudah digunakan.

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Jl. Merdeka No.329, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara 21132, Indonesia

Klik pada logo H di peta untuk menuju ke alamat kami dengan membuka Google Maps