INFORMASI

Hak dan Kewajiban Pasien

Hak Pasien

  1. Memperoleh informasi mengenai tata tertib yang berlaku di RS
  2. Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien
  3. Memperoleh layanan yang manusiawi, jujur dan tanpa diskriminasi
  4. Memperoleh layanan kesehatan yang bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional
  5. Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi
  6. Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan
  7. Memilih Dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di RS
  8. Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain yang mempunyai Surat Ijin Praktek (SIP) baik di dalam maupun di luar RS
  9. Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya
  10. Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternatif tindakan, resiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan
  11. Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya
    Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis
  12. Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya
  13. Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di RS
  14. Mengajukan usul, saran perbaikan atas perlakuan RS terhadap dirinya
  15. Memperoleh Pelayanan Rohani sesuai dengan agama dan kepercayaannya serta menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya
  16. Mengajukan pengaduan kepada instansi terkait apabila RS diduga memberikan pelayanan yang tidak seusai standar, berdasarkan ketentuan peraturan peundang-undangan yang berlaku
  17. Mengajukan keluhan pelayanan RS yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui Instalasi Pemasaran dan Hubungan Masyarakat RS Vita Insani sesuai dengan ketentuan yang belaku di RS Vita Insani

Kewajiban Pasien

  1. Pasien dan keluarga wajib untuk mentaati segala peraturan dan tata tertib yang berlaku di RS Vita Insani

  2. Wajib untuk mematuhi segala instruksi dokter dan perawat dalam pengobatannya.

  3. Wajib memberikan informasi dengan jujur dan selengkapnya tentang penyakit yang diderita kepada dokter yang merawat

  4. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban untuk melunasi semua imbalan atas jasa pelayanan rumah sakit atas jasa pelayanan rumah sakit atau dokter

  5. Pasien dan atau penanggungnya berkewajiban menyetujui informasi dan menaati persetujuan yang telah dibuatnya (informed consent)

  6. Wajib menghormati hak dokter dan hak rumah sakit

  7. Wajib berterus terang apabila timbul masalah

  8. Pasien wajib beritikad baik kepada dokter, tenaga kesehatan dan RS Vita Insani

  9. Memeriksakan sedini mungkin

  10. Berobat ulang sesuai anjuran

  11. Berkeyakinan bahwa dokter beritikad baik

Tata Tertib Pengunjung

Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 69 Tahun 2014 tentang : Kewajiban Rumah Sakit dan Kewajiban Pasien untuk menjaga keselamatan, keamanan dan kenyamanan pasien, Rumah Sakit Vita Insani memberlakukan jam kunjungan

Jam Berkunjung Untuk Keluarga Pasien

  • Setiap pengunjung wajib lapor dan menulis Identitas pada buku tamu yang disediakan oleh bagian sekuriti dan akan di beri tanda pengenal
  • Pengunjung yang berjumlah banyak tidak diperbolehkan masuk secara bersamaan, tetapi hany dibatasi 2 orang secara bergantian
  • Pengunjung diluar jam besuk wajib meninggalkan kartu identitas kepada bagian security

Pada Hari Kerja (Senin – Sabtu)

Pagi : 10.00 Wib – 12.00 Wib
Sore : 17.00 Wib – 19.00 Wib

Pada Hari Minggu/Libur

Pagi : 10.00 Wib – 12.00 Wib
Sore : 17.00 Wib – 19.00 Wib
Malam Jam : 20.00 Wib -21.00 Wib

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “Penyakit Kanker Serviks dan Pemeriksaan IVA” kepada Komunitas Lansia Puskesmas Kesatria Pematangsiantar.

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS dan Tim Geriatri Rumah Sakit adakan Penyuluhan Kesehatan mengenai Penyakit Kanker Serviks dan Pemeriksaan IVA di Kantor Lurah Pardomuan, Kamis (20/02/2020). Materi di sampaikan oleh dr. Paulus Damanik, Sp.OG

Apa itu Kanker ?

Kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker. Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Kanker sering dikenal oleh masyarakat sebagai tumor, padahal tidak semua tumor adalah kanker.

Tumor adalah segala benjolan tidak normal atau abnormal.

 

Tumor dibagi dalam 2 golongan, yaitu tumor jinak dan tumor ganas.

Sedangkan kanker adalah istilah umum untuk semua jenis tumor ganas.

 

Kanker Leher Rahim

Kanker leher Rahim atau kanker serviks adalah keganasan yang terjadi pada jaringan leher rahim yang merupakan bagian terendah dari leher rahim dan menonjol ke puncak liang senggama.

 

Prevalensi kanker leher rahim merupakan salah satu jenis kanker tertinggi pada pasien rawat inap maupun rawat jalan di seluruh RS di indonesia. Dengan jumlah pasien kanker leher rahim sebanyak 5.349 orang (12,8%) SIRS, 2010

Data-data WHO & Indonesia

  • Kanker Serviks  kanker keempat tersering pada wanita di dunia, kanker kedua tersering kematian di negara berkembang
  • Kematian ± 270.000/tahun,dengan 85% teejadi di negara berkembang. Deteksi dini mencegah 80% kanker serviks di negara berkembang
  • Insiden tertinggi terjadi di Amerika Tengah dan Selatan, Afrika Timur, Asia Tenggara, dan Negara Pasifik

Penyebab Kanker Serviks

Penelitian menunjukkan, lebih dari 99% kasus kanker serviks terkait dengan HPV (Human Papilloma Virus). Meskipun demikian, tidak semua HPV menyebabkan kanker serviks. Dari 100 lebih tipe virus HPV, hanya 15 di antaranya yang terkait dengan kanker serviks, terutama HPV 16 dan HPV 18.

 

Gejala Kanker Leher Rahim

Pada stadium dii, seringkali tidak menunjukkan gejala atau tanda yang khas. Namun, pada stadium lanjut, muncul gejala-gejala yang harus diperiksa lebih lanjut ke dokter untuk memastikan ada tidaknya kanker, yaitu:

  • Haid tidak teratur
  • Nyeri panggul
  • Nyeri saat berhubungn seksual
  • Keputihan atau keluar cairan encer putih kekuningan bercampur darah seperti nanah.
  • Pendarahan spontan tidak pada masa haid/diantara menstruasi.
  • Pendarahan pada masa menopause

 

Faktor Risiko Kanker Leher Rahim

Kanker leher Rahim disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV)

HVP mudah ditularkan melalui kontak seksual.

  1. Menikah/mulai melakukan aktivitas seksual di usia muda (<20 tahun)
  2. Berganti-ganti pasangan seksual
  3. Melakukan hubungan seks dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan.
  4. Riwayat infeksi di daerah kelamin atau radang panggul (IMS)
  5. Perempuan yang melahirkan banyak anak
  6. Merokok/terpapar asap rokok (perokok pasif)
  7. Memiliki riwayat keluarga dengan kanker
  8. Kurang menjaga kebersihan alat kelamin
  9. Adanya riwayat tes pap yang abnormal sebelumnya
  10. Penurunan kekebalan tubuh misalnya karena HIV/AIDS dan penggunaan obat-obatan kartikosteroid jangka panjang.

Pencegahan Penyakit Kanker Leher Rahim

Pencegahan utama adalah menghindari faktor risiko kanker leher rahim terutama dengan menghindari perilaku seksual berisiko untuk terinfeksi HPV seperti berikut ini:

  1. Tidak berganti-ganti pasangan seksual
  2. Tidak melakukan hubungan seksual pada usia dini (kurang dari 20 tahun)
  3. Hindari terpapar asap rokok (aktif dan pasif)
  4. Menindaklanjuti hasil pemeriksaan IVA/pap smear yang hasilnya positif
  5. Lakukan vaksinasi HPV

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Dengan Metode Pap Smear atau Metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)

Deteksi dini ?

Tes ini perlu dilakukan oleh wanita yang sudah melakukan hubungan seksual terutama pada usia 30-50 tahun Bertujuan untuk menemukan lesi prakanker dan mengetahui adanya perubahan sel dapat di leher Rahim

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Keuntungan Melakukan IVA 1

TES IVA ?

  1. Merupakan pemeriksaan yang sederhana, mudah, cepat dan hasil dapat diketahui langsung.
  2. Tidak memerlukan saranan laboratorium dan hasilnya dapat segerah di ketahui
  3. Dapat dilaksanakan di Puskesmas bahkan mobil keliling, yang dilakukan oleh dokter umum dan bidan

Jika dilakukan dengan kunjungan tunggal (single visit approach), IVA dan krloterapi akan meminimalisasi klien yang hilang (loss) sehingga menjadi lebih efektif

Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Keuntungan Melakukan IVA 2

  1. Cakupan deteksi dini dengan IVA minimal 80% selama lima tahun akan menurunkan insidens kanker leher rahim secara signifikan (WHO, 2006)
  2. Sensitifitas IVA sebesar 77% (antara 56-94%) dan spesifisitas 86% (antara 74-94%) (WHO, 2006)
  3. Skrining kanker leher rahim dengan frekuensi 5 tahun sekali dapat menurunkan kasus kanker leher rahim 83,6% (IARC, 1986)

 

Di Mana Tempat Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Dimana tes iva ?

Deteksi dini IVA dapat dilakukan di Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan yang mempunyai petugas kesehatan terlatih dan kompeten serta memiliki sarana dan prasarana seperti Bidan Desa, Puskesmas, Puskesmas Pembantu, Dokter, Bidan Praktik Mandiri, Rumah Sakit dan Rumah Bersalin.

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ TB Paru” Kepada Pasien, Keluarga Pasien, maupun Pengunjung RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS dan Tim TB DOTS adakan penyuluhan kesehatan mengenai TB Paru. di Ruang Isolasi Cendrawasih Lantai IV, Rabu (19/02/2020). Materi di sampaikan oleh dr. Mazwirda Hanim Damanik.

APA ITU TBC ?

  • TBC adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis
  • TBC dapat menyerang siapa saja dari golongan sosial apapun
  • TBC biasanya menyerang paru-paru,tetapi dapat juga menyerang bagian tubuh lainnya, seperti : otak, tulang, sendi, Selaput otak, kulit, kelamin dan lain- lain

APA TBC ITU BISA MENULAR ?

TBC dapat menular, terutama bila dalam dahak ditemukan kuman TBC

BAGAIMANA PENULARAN TBC

Kuman TBC keluar ke udara pada saat penderita TBC batuk, bersin atau berbicara. Kuman TBC  terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan  menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Didalam tubuh, kuman TBC dilawan oleh daya tahan tubuh,  jika daya tahan tubuh lemah, orang tersebut menjadi sakit TBC. Jika daya tahan tubuh kuat, orang tersebut tetap sehat.

 

FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT TBC

  • Merokok
  • Kepadatan rumah
  • Status gizi
  • Sosial-ekonomi
  • Perilaku

GEJALA PENYAKIT TBC PADA ORANG DEWASA

  1. Batuk terus menerus disertai dahak selama 3 minggu atau lebih
  2. Kadang-kadang dahak yang keluar bercampur dengan darah.
  3. Sesak nafas dengan rasa nyeri di dada
  4. Badan lemah, nafsu makan menurun,berat badan menurun
  5. Berkeringat malam hari walau tanpa aktifitas
  6. Demam meriang lebih dari sebulan

 

GEJALA PENYAKIT TBC  PADA ANAK

  • Berat badan turun selama 3 bulan berturut turut tanpa sebab yang jelas
  • Tidak ada nafsu makan
  • Demam lama dan berulang
  • Muncul benjolan didaerah leher, ketiak dan lipat paha
  • Batuk lama lebih dari 30 hari dan nyeri dada
  • Diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare.

APA SAJA YANG DIPRIKSA UNTUK PENYAKIT TBC

  • Anamnesa ( riwayat penyakit, keluhan dan pemeriksaan klinis ).
  • Test Mantoux ( untuk mengetahui apakah pernah terinfeksi atau belum / terutama pada anak-anak )
  • Pemeriksaan dahak (dahak diambil 3 kali dalam waktu 2 hari, yakni Sewaktu, Pagi dan Sewaktu)
  • Pemeriksaan foto rontgen
    • Minum obat teratur dan benar sesuai anjuran dokter selama 6 bulan
    • Melibatkan anggota keluarga untuk mengawasi dan memastikan penderita TBC minum obat dengan teratur dan benar

      PENGOBATAN TBC

      Pengobtan TBC berlangsung selama 6 bulan atau 8 bulan, terbagi 2 tahap

      • Tahap Awal (Obat berwarna merah), obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan
      • Tahap lanjutan (Obat berwarna kuning), obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan

       

      EFEK SAMPING OBAT

      Pada sebagian pasien, obat anti TBC dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain sebagai berikut:

      1. Gatal dan kemerahan di kulit
      2. Mual, muntah, tidak nafsu makan, nyeri perut, diare
      3. Nyeri sendi, nyeri tulang, kesemutan, telinga mendenging
      4. Kulit kekuningan , hepatitis
      5. Air seni berwarna merah bukan efek samping obat tetapi akibat normal karena minum OAT

      Jangan hentikan sendiri pengobatan jika mengalami efek samping obat, segera hubungi petugas kesehatan untuk penanganan selanjutnya

      BAGAIMANA MERAWAT PENDERITA TBC HINGGA SEMBUH

    PEMANTAUAN KEMAJUAN PENGOBATAN

    Dilakukan melalui pemeriksaan ulang dahak mikroskop, jadual pemeriksaan ulang dahak yakni pada akhir bulan ke-2, pada akhir bulan ke-5, dan pada akhir bulan ke-6 (akhir pengobatan).

    Jika hasil pemeriksaan ulang dahak pada akhir pengobatan tidak ditemukan kuman lagi berarti penderita telah sembuh.

     

    PENCEGAHAN TBC

    Hindari keluarga anda terkena TBC dengan cara berikut ini

    1. Obati penderita TBC sampai sembuh untuk memutus rantai penularan TBC
    2. Menutup mulut dengan sapu tangan saat batuk atau bersin dan membuang dahak atau ludah di wadah bertutup
    3. Berikan imunisasi BCG pada balita untuk mencegah TBC berat
    4. Memakan makanan mengandung gizi, istirqhat cukup
    5. Membuka jendela setiap pagi hingga sore hari
    6. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
    7. Jangan merokok
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim PKRS Gelar Edukasi Kesehatan “Hipertensi” bagi Pasien Rawat Jalan RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Hipertensi di Gedung 3 Lantai 1 Poliklinik RS Vita Insani, Rabu (12/02/2020). Materi di sampaikan oleh dr.Adytia Theopani Bineredo Damanik

Apa itu Hipertensi ?

Hiper artinya Berlebihan

  • Tensi artinya Tekanan
  • Hipertensi adalah Keadaan tekanan darah diatas nilai normal

Tekanan Darah

Terdiri dari 2 komponen :

  1. Tekanan Sistolik : Tekanan tertinggi saat jantung memompa (menguncup)
  2. Tekanan Diastolik : Tekanan terendah saat jantung istirahat (mengembang)

Contoh :120/80 mmHg

120 : Sistolik

80   : Diastolik

 

Kapan disebut Hipertensi ?

  • Bila tekanan darah > 140/90 mmHg dari 3 kali pemeriksaan terpisah (jarak 1-2 minggu)
  • Diperiksa dalam keadaan santai (tidak cemas, tidak menahan sakit, tidak sesudah aktivitas fisik berat)
  • Bila tinggi sekali maka tidak perlu beberapa kali

 

Hipertensi

  • Penyebab kematian terbesar kedua setelah stroke
  • Salah satu jenis penyakit “Sillent Kiler” / tanpa tanda dan gejala yang khas
  • Merupakan penyakit yang akan diderita seumur hidup oleh pasien

 

Klasifikasi Hipertensi

Kategori

Tekanan Sistolik

Tekanan Distolik

Normal

< 120

< 80

Pre hipertensi

120 – 139

80 – 89

Hipertensi tingkat 1

140 – 159

90 – 99

Hipertensi tingkat 2

> 160

> 100

Hipertensi emergensi

> 180 (dengan keluhan)

> 110

Hipertensi urgensi

> 180 (tanpa keluhan)

> 110

 

Jenis Hipertensi

  • Sekitar 90 % penderita hipertensi tidak diketahui penyebabnya, disebut sebagai hipertensi esensial atau hipertensi primer.
  • Para ahli sependapat bahwa hipertensi esensial berhubungan dengan faktor keturunan (herediter).

Hipertensi Sekunder

  • Sekitar 5-10% penderita hipertensi berhubungan dengan penyakit ginjal, 1-2% berhubungan dengan kelainan hormonal atau pemakaian obat tertentu
  • Kegemukan (obesitas),
  • Gaya hidup yang tidak aktif (malas olah raga),
  • Stress,
  • Alkohol
  • Asupan Garam yang berlebih
  • Pekrokok aktif

Gejala Hipertensi

  • Tanpa Gejala ! Sebagian besar
  • Rasa berat/ sakit bagian belakang kepala
  • Sulit tidur

 

Gejala Lain, Telah Timbul Komplikasi !

  • Rasa sakit di dada
  • Jantung berdebar
  • Sesak nafas
  • Mual/muntah
  • Epistaksis (mimisan)
  • Mudah lelah
  • Kelumpuhan
  • Gelisah / perubahan mental
  • Kesadaran turun

Komplikasi Hipertensi

  • Gangguan penglihatan,
  • Gangguan saraf,
  • Gagal jantung,
  • Gangguan fungsi ginjal,
  • Gangguan serebral (otak),
  • Gangguan kesadaran hingga koma

Faktor Risiko Hipertensi

  • Keturunan
  • Umur
  • Asupan makanan tinggi garam
  • Obesitas
  • Stress
  • Merokok
  • Makanan tinggi lemak/kolesterol
  • Minuman alcohol
  • Obat-obatan tertentu

Bagaimana Cara Mencegah dan Mengobati Hipertensi

  1. Merubah Pola Hidup
  • Mengatur Pola Makanan
  • Mengurangi Asupan Garam
  • Olahraga teratur
  • Hindari Stress
  • Hindari Alkohol dan Rokok
  • Mengatur Keseimbangan antara kerja, istirahat dan rekreasi
  1. Dengan Obat-obatan
  • Obat hipertensi tidak ada yang menyembuhkan, tetapi hanya bersifat mengontrol
  • Minum obat seumur hidup
  • Jika tidak minum obat teratur maka tekanan darah akan tinggi kembali
  • Hanya 50% dari mereka dengan HIPERTENSI sadar mereka memiliki HIPERTENSI
  • Periksa tekanan darah Anda secara teratur (bisa di rumah, posyandu lansia, puskesmas, klinik atau Rumah Sakit)
  • Jika Anda didiagnosa hipertensi, ikut saran dokter, minum obat secara cepat dan teratur
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim PKRS Gelar Edukasi Kesehatan “KUSTA” Kepada Pasien, Keluarga Pasien, maupun Pengunjung RS Vita Insani

Dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia yang jatuh pada tanggal 27 Januari, RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Kusta di Gedung 3 Lantai 1 Poliklinik RS Vita Insani, Rabu (29/01/2020). Materi di sampaikan oleh dr. Rodearni Sri Ningsih Haloho.

Penyakit Kusta/Lepra/Leprosy/Morbus Hansen

Definisi :

  • Merupakan penyakit kronik
  • Disebabkan mycobacterium leprae (M.Leprae)
  • Menyerang pertama pada saraf tepi
  • Selanjutnya menyerang kulit, mukosa (mulut), saluran pernapasan bagian atas, sistem retikulo endotelial, mata, otot, tulang dan testis

Penyebaran Penyakit

  • Tersebar diseluruh dunia
  • Tahun 1997 tercatat 888.340 penderita
  • Berasal dari Asia Tengah kemudian menyebar ke Mesir,Eropa, Afrika dan Amerika
  • Di Indonesia tercatat 33.739 penderita
  • Indonesia merupakan negara ketiga terbanyak setelah India dan Brasil
  • Prevalensi 1,7 per 10.000 penduduk
  • Data insidens sangat sulit diperoleh
  • Dapat menyerang semua orang, semua umur
  • Laki-laki lebih banyak dibanding wanita dengan perbandingan 2:1
  • Jarang dijumpai pada umur yang sangat muda
  • Serangan pertama kali pada umur diatas 70 tahun sangat jarang
  • Frekuensi terbanyak pada umur 15-29 tahun
  • Ras Cina, Eropa, Myanmar lebih rentan terhadap bentuk lepromatosa dibandingkan ras Afrika, India dan Melanesia
  • Iklim (cuaca panas dan lembab), diet, status gizi, status sosial ekonomi, genetik, berperan dalam kejadian dan penyebaran penyakit

Penyebab Penyakit

  • Penyakit Kusta disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae (M. leprae),
  • Penularan kusta bisa melalui kontak kulit yang lama dan erat dengan pengidapnya.
  • Kusta juga bisa ditularkan lewat inhalasi alias menghirup udara.
  • Diluar tubuh manusia (dalam kondisi tropis) kuman kusta dapat bertahan 9 hari, pertumbuhan optimal dari kuman kusta adalah pada suhu 27 – 30 drajat
  • Kusta juga bisa menular lewat kontak langsung dengan binatang tertentu, seperti armadillo.
  • Kusta memerlukan waktu inkubasi yang cukup lama antara 40 hari sampai 40 tahun. Rata-rata membutuhkan 3-5 tahun setelah tertular sampai timbulnya gejala.

CARA PENULARAN

  • Daya Tahan Tubuh : Imunitas Perseorang
  • Lingkungan : Tempat tinggal, Kepadatan penghuni, Air
  • Kuman Kusta : Kuman tahan Asam di dalam jaringan kulit
  • Sumber Penularan : Penderita Kusta Tipe MB

Gejala Kusta

  • Adanya bercak tipis seperti panu pada badan/ tubuh manusia
  • Pada bercak putih ini pertamanya hanya sedikit, tetapi lama-lama semakin melebar dan banyak
  • Adanya pelebaran saraf terutama pada saraf ulnaris, kelenjar keringat kurang kerja sehingga kulit menjadi tipis dan mengkilat
  • Adanya bintil-binil kemerahan (leproma, nodul) yang tersebar pada kulit
  • Alis rambut rontok
  • Muka berbenjol-benjol dan tegang yang disebut facies leomina (muka singa)
  • Terjadi kelemahan otot atau kebas pada bagian tersebut

                    Upaya Pencegahan Penularan Kusta

      • Segera melakukan pengobatan sejak dini secara rutin terhadap penderita kusta, agar bakteri yang dibawa tidak dapat lagi menularkan pada orang lain.
      • Menghindari atau mengurangi kontak fisik dengan jangka waktu yang lama
      • Meningkatkan kebersihan diri dan kebersihan lingkungan
      • Meningkatkan atau menjaga daya tahan tubuh, dengan cara berolahraga dan meningkatkan pemenuhan nutrisi.
      • Tidak bertukar pakaian dengan penderita, karena basil bakteri juga terdapat pada kelenjar keringat
      • Memisahkan alat-alat makan dan kamar mandi penderita kusta
      • Untuk penderita kusta, usahakan tidak meludah sembarangan, karena basil bakteri masih dapat hidup beberapa hari dalam droplet
      • Isolasi pada penderita kusta yang belum mendapatkan pengobatan. Untuk penderita yang sudah mendapatkan pengobatan tidak menularkan penyakitnya pada orang lain.
      • Melakukan vaksinasi BCG
    • Komplikasi Kusta

      Kusta yang tak ditangani dengan cepat dan efektif bisa menimbulkan berbagai komplikasi. Contohnya:

    •  
        1. Kebutaan atau glaukoma.
        2. Disfigurasi wajah, termasuk pembengkakan permanen dan benjolan.
        3. Gagal ginjal.
        4. Kelemehan otot yang mengarah ke tangan.
        5. Ketidakmampuan melenturkan kaki.
        6. Kerusakan permanen pada saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang.
        7. Cacat progresif atau kerusakan permanen pada bigian hidung, alis, atau jari kaki.
        8. Disfungsi ereksi dan kemandulan pada pria.Melakukan penyuluhan terhadap masyarakat mengenai mekanisme penularan kusta

           

        Pengobatan Kusta

        Tujuan utama pengobatan kusta adalah untuk memutuskan mata rantai penularan, menurunkan insiden penyakit, mengobati dan menyembuhkan pengidap, serta mencegah timbulnya kecacatan.

        Agar pasien bisa sembuh dan mencegah terjadinya resistensi, pengobatan kusta menggunakan kombinasi beberapa antibiotik yang disebut multi drug treatment (MDT)

        Pengidap kusta diberikan kombinasi antibiotik selama 6 bulan hingga 2 tahun.Jenis antibiotik, dosis, dan durasi pengunaannya ditentukan berdasarkan jenis kusta.

        Penanganan kusta sebenarnya tidak cuma melalui obat-obatan saja. Penanganan penyakit ini juga bisa melalui tindakan pembedahan.

        Upaya Pencegahan Penularan Kusta

        Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit yang dapat segera ditangani dan di cegah. 

        Mencegah penularan kusta:

      Kapan Harus Ke Dokter ?

      Bila mengalami geja-gejala di atas, segeralah temui dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Penanganan yang tepat dapat meminimalisir akibat, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan.
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim PKRS Gelar Edukasi Kesehatan “Stunting” Kepada Pasien, Keluarga Pasien, maupun Pengunjung RS Vita Insani

Dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada tanggal 25 Januari, RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Stunting di Ruang Mahoni Lantai II RS Vita Insani, Rabu (22/01/2020). Materi di sampaikan oleh dr. Melany Shoviana Saragi

Apa Itu Stunting?

Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama. Anak stunting umumnya bertubuh lebih pendek dibanding anak seusianya. Seorang anak yang bertahan dengan kondisi ini, cenderung memiliki kemampuan belajar yang rendah dan lebih rentan terhadap penyakit.

Terlepas dari konsensus global tentang cara mendefinisikan dan mengukurnya, stunting adalah kondisi yang sering tidak diakui di masyarakat di mana kondisi pendek adalah sesuatu yang normal dan sering kali tidak menjadi perawatan kesehatan primer.

Padahal, pertumbuhan tinggi seorang anak berfungsi sebagai penanda berbagai kelainan patologis yang terkait dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas, hilangnya potensi pertumbuhan fisik, penurunan perkembangan saraf dan fungsi kognitif serta peningkatan risiko penyakit kronis di masa dewasa. Saat ini stunting diidentifikasi sebagai prioritas kesehatan global yang paling utama.

Penyebab Stunting pada Anak

Memahami penyebab stunting adalah hal yang dapat dilakukan sejak janin di dalam kandungan. Berikut adalah penyebab stunting yang harus Anda tahu, di antaranya:

  1. Asupan Nutrisi Ibu

Penyebab stunting yang pertama dipengaruhi oleh asupan nutrisi ibu hamil. Ibu hamil yang kurang mengonsumsi makanan bergizi seperti asam folat, protein, kalsium, zat besi, dan omega-3 cenderung melahirkan anak dengan kondisi kurang gizi. Kemudian saat lahir, anak tidak mendapat ASI eksklusif dalam jumlah yang cukup dan MPASI dengan gizi yang seimbang ketika berusia 6 bulan ke atas.

  1. Kurangnya Asupan Makanan Sehat dan Bergizi sebagai Makanan Pendamping ASI

Pemberian makanan pendamping yang tidak cukup dan kekurangan nutrisi penting di samping asupan kalori murni adalah salah satu penyebab pertumbuhan pada anak terhambat. Anak-anak perlu diberi makanan yang memenuhi persyaratan minimum dalam hal frekuensi dan keragaman makanan untuk mencegah kekurangan gizi.

  1. Kebersihan Lingkungan

Ada kemungkinan besar hubungan antara pertumbuhan linier anak-anak dan praktik sanitasi rumah tangga. Kontaminasi jumlah besar bakteri fecal coliform oleh anak-anak ketika meletakkan jari-jari kotor atau barang-barang rumah tangga di mulut mengarah ke infeksi usus. Kondisi ini memengaruhi status gizi anak dengan cara mengurangi nafsu makan (2), mengurangi penyerapan nutrisi (3), dan meningkatkan kehilangan nutrisi (1).

Penyakit-penyakit yang berulang seperti diare dan infeksi cacing usus (helminthiasis) yang keduanya terkait dengan sanitasi yang buruk telah terbukti berkontribusi terhadap terhambatnya petumbuhan anak.

Enviromental enterophaty adalah infeksi usus halus pada anak yang disebabkan oleh sanitasi yang buruk. Infeksi kronis yang terjadi akibat lingkungan yang kotor dan sanitasi buruk menyebabkan fungsi usus halus terganggu.

Selain beberapa penyebab stunting seperti di atas, hal-hal lainnya yang bisa berkontribusi pada stunting adalah konflik sosial, kondisi iklim, harga dan ketersediaan pangan yang pada gilirannya berkontribusi menyebabkan stunting.

Dampak Stunting pada Anak

Umumnya stunting adalah gangguan yang sering ditemukan pada balita, khususnya usia 1-2 tahun. Pada rentang usia tersebut, ibu dapat mengenal apakah anak mengalami stunting atau tidak. Dampak stunting yang bisa terlihat antara lain:

  1. Mengganggu Pertumbuhan Tinggi dan Berat anak

Stunting adalah salah satu dari berbagai penyebab anak lebih pendek dibandingkan dengan rata-rata anak seusianya. Berat badannya pun cenderung jauh di bawah rata-rata anak sebayanya.

  1. Tumbuh Kembang Anak Tidak Optimal

Stunting juga bisa terlihat pada tumbung kembang anak di mana anak menjadi terlambat jalan atau kemampuan motoriknya kurang optimal.

  1. Memengaruhi Kecerdasan dan Kemampuan Belajar Anak

Menurut sebuah penelitian, stunting adalah salah satu faktor yang berpengaruh terhadap IQ anak lebih rendah dibanding anak seusianya. Anak akan sulit belajar dan berkonsentrasi akibat kekurangan gizi.

  1. Mudah Terserang Penyakit

Jika anak mengalami stunting kemungkinan besar anak akan mengalami kondisi yang membuat anak mudah terserang penyakit dan berisiko terkena berbagai penyakit saat dewasa seperti diabetes, jantung, kanker dan stroke. Bahkan stunting pada anak juga bisa berujung pada kematian usia dini.

Stunting dan Terganggunya Proses Persalinan

Selain mengganggu perkembangan seorang anak ketika sudah dilahirkan, stunting juga bisa meningkatkan risiko kematian janin saat melahirkan jika ibu hamil ternyata mempunyai riwayat stunting. Hal ini bisa terjadi karena ibu yang memiliki riwayat stunting umumnya memiliki tinggi badan di bawah normal, sehingga cenderung memiliki ukuran panggul yang kecil, dan akhirnya kondisi ini mempersempit jalan lahir.

dengan tinggi di bawah normal cenderung memiliki ukuran panggul yang kecil. Kondisi ini kemudian mempersempit jalan lahir bayi.

Akibat proporsi ukuran yang tidak sesuai inilah, mengakibatkan ibu dengan postur tubuh yang pendek sulit untuk melakukan persalinan normal. Jika dipaksakan, kondisi ini bisa meningkatkan risiko kematian dan gangguan kesehatan pada bayi jangka pendek maupun jangka panjang.

Perbedaan Stunting dan Wasting

Kebanyakan orang awam menyamaratakan ciri stunting (pendek) dan wasting (balita kurus), padahal hal ini adalah dua bentuk malnutrisi terpisah yang memerlukan intervensi berbeda untuk pencegahan dan pengobatannya.

Akan tetapi, kedua bentuk malnutrisi ini memiliki hubungan yang erat dan sering terjadi bersama dalam populasi yang sama dan sering pada anak yang sama. Keduanya dikaitkan dengan peningkatan mortalitas, terutama ketika keduanya hadir pada anak yang sama.

Massa otot yang berkurang merupakan karakteristik dari kurus yang parah, tetapi ada bukti tidak langsung bahwa itu juga terjadi pada stunting. Berkurangnya massa otot meningkatkan risiko kematian selama infeksi dan juga dalam banyak situasi patologis lainnya.

Fokus Penanganan

Berkurangnya massa otot dapat mewakili mekanisme umum yang menghubungkan wasting dan stunting. Hal ini menunjukkan bahwa untuk mengurangi angka kematian terkait gizi buruk, intervensi harus bertujuan untuk mencegah wasting dan stunting, yang sering kali memiliki penyebab yang sama.

Hal ini menunjukkan bahwa intervensi pengobatan harus fokus pada anak-anak yang wasting dan stunting yang memiliki defisit terbesar dalam massa otot, daripada berfokus pada kekurangan gizi saja.

Penurunan massa lemak sering terjadi tetapi tidak konsisten dalam stunting. Lemak mengeluarkan banyak hormon, termasuk leptin, yang mungkin memiliki efek stimulasi pada sistem kekebalan tubuh.

Perlu diketahui juga bahwa leptin memiliki efek pada pertumbuhan tulang. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa anak-anak kurus dengan simpanan lemak rendah berdampak pada tinggi badannya yang tetap rendah.

Ini juga dapat menjelaskan keterkaitan stunting yang sering dikaitkan dengan wasting. Bagaimanapun, stunting dapat terjadi tanpa adanya wasting dan bahkan pada anak-anak yang kelebihan berat badan. Dengan demikian, suplementasi makanan harus digunakan dengan hati-hati dalam populasi di mana stunting tidak terkait dengan wasting dan simpanan rendah lemak

Pencegahan Stunting pada Anak

Guna mencegah anak stunting, ibu bisa mencegahnya sejak masa kehamilan. Beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah stunting adalah:

  1. Memperbaiki pola makan dan mencukupi kebutuhan gizi selama kehamilan.
  2. Memperbanyak konsumsi makanan yang mengandung zat besi dan asam folat untuk mencegah cacat tabung saraf.
  3. Memastikan anak mendapat asupan gizi yang baik khususnya pada masa kehamilan hingga usia 1000 hari anak.
  4. Selain itu stunting adalah gangguan yang juga dapat dicegah dengan meningkatkan kebersihan lingkungan dan meningkatkan akses air bersih di lingkungan rumah.

Hal penting yang harus dipahami, tidak ada solusi sederhana untuk mencegah stunting. Namun, berfokus pada rentang waktu antara kehamilan ibu dan ketika anak berusia dua tahun adalah kunci untuk memastikan perkembangan anak yang sehat.

Stunting di Indonesia

Data Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi stunting terdiri atas balita yang memiliki badan sangat pendek 11,5% sementara dengan tinggi badan pendek mencapai 19,3%.

Prevalensi balita stunting pada 2018 naik dalam dua tahun terakhir dan berada di level tertingginya sejak 2014. Menurut standar WHO, suatu wilayah dikatakan mengalami masalah gizi akut bila prevalensi bayi stunting lebih dari 20% atau balita kurus di atas 5%. Kurangnya asupan gizi serta pengetahuan orang tua akan pentingnya kesehatan menjadi salah satu penyebab tingginya balita dengan tinggi badan di bawah standar.

Kondisi Ibu dan Calon Ibu

Kondisi kesehatan dan gizi ibu sebelum dan saat kehamilan serta setelah persalinan memengaruhi pertumbuhan janin dan risiko terjadinya stunting. Faktor lainnya pada ibu yang memengaruhi adalah postur tubuh ibu (pendek), jarak kehamilan yang terlalu dekat, ibu yang masih remaja, serta asupan nutrisi yang kurang pada saat kehamilan.

Usia kehamilan ibu yang terlalu muda (di bawah 20 tahun) berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah (BBLR). Bayi BBLR mempengaruhi sekitar 20% dari terjadinya stunting.

Dari data Riskesdas tahun 2013, diketahui proporsi kehamilan pada remaja usia 10-14 tahun sebesar 0,02% dan usia 15-19 tahun sebesar 1,97%. Proporsi kehamilan pada remaja lebih banyak terdapat di perdesaan daripada perkotaan.

Sedangkan menurut data Susenas tahun 2017, hasil survei pada perempuan berumur 15-49 tahun diketahui bahwa 54,01% hamil pertama kali pada usia di atas 20 tahun (usia ideal kehamilan).

Sisanya sebesar 23,79% hamil pertama kali pada usia 19-20 tahun, 15,99% pada usia 17-18 tahun, dan 6,21% pada usia 16 tahun ke bawah. Hal ini menunjukkan bahwa setengah dari perempuan yang pernah hamil di Indonesia mengalami kehamilan pertama pada usia muda atau remaja.

Kondisi ibu sebelum masa kehamilan baik postur tubuh (berat badan dan tinggi badan) dan gizi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya stunting. Remaja putri sebagai calon ibu di masa depan seharusnya memiliki status gizi yang baik. Pada tahun 2017, persentase remaja putri dengan kondisi pendek dan sangat pendek meningkat dari tahun sebelumnya, yaitu 7,9% sangat pendek dan 27,6% pendek.

Dari sisi asupan gizi, 32% remaja putri di Indonesia pada tahun 2017 berisiko kekurangan energi kronik (KEK). Sekitar 15 provinsi memiliki persentase di atas rata-rata nasional. Jika gizi remaja putri tidak diperbaiki, maka di masa yang akan datang akan semakin banyak calon ibu hamil yang memiliki postur tubuh pendek dan/atau kekurangan energi kronik. Hal ini akan berdampak pada meningkatnya prevalensi stunting di Indonesia.

Persentase Wanita Usia Subur (WUS) yang berisiko KEK di Indonesia tahun 2017 adalah 10,7%, sedangkan persentase ibu hamil berisiko KEK adalah 14,8%. Asupan gizi WUS yang berisiko KEK harus ditingkatkan sehingga dapat memiliki berat badan yang ideal saat hamil.

Sedangkan untuk ibu hamil KEK sudah ada program perbaikan gizi yang ditetapkan pemerintah yaitu dengan pemberian makanan tambahan berupa biskuit yang mengandung protein, asam linoleat, karbohidrat, dan diperkaya dengan 11 vitamin dan 7 mineral sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 51 Tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi.

Situasi Bayi dan Balita

Nutrisi yang diperoleh sejak bayi lahir tentunya sangat berpengaruh terhadap pertumbuhannya termasuk risiko terjadinya stunting. Tidak terlaksananya inisiasi menyusu dini (IMD), gagalnya pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif, dan proses penyapihan dini dapat menjadi salah satu faktor terjadinya stunting.

Sedangkan dari sisi pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) hal yang perlu diperhatikan adalah kuantitas, kualitas, dan keamanan pangan yang diberikan.

Pada tahun 2017, secara nasional persentase bayi baru lahir yang mendapat IMD sebesar 73,06%, artinya mayoritas bayi baru lahir di Indonesia sudah mendapat inisiasi menyusu dini.

Provinsi dengan persentase tertinggi bayi baru lahir mendapat IMD adalah Aceh (97,31%) dan provinsi dengan persentase terendah adalah Papua (15%). Ada 12 provinsi yang masih di bawah angka nasional sedangkan Provinsi Papua Barat belum mengumpulkan data.

Secara nasional, cakupan bayi mendapat ASI eksklusif pada tahun 2017 sebesar 61,33%. Persentase tertinggi cakupan pemberian ASI eksklusif terdapat pada Nusa Tenggara Barat (87,35%), sedangkan persentase terendah terdapat pada Papua (15,32%). Masih ada 19 provinsi yang di bawah angka nasional. Oleh karena itu, sosialisasi tentang manfaat dan pentingnya ASI eksklusif masih perlu ditingkatkan.

Asupan zat gizi pada balita sangat penting dalam mendukung pertumbuhan sesuai dengan grafik pertumbuhannya agar tidak terjadi gagal tumbuh (growth faltering) yang dapat menye­babkan stunting. Pada tahun 2017, 43,2% balita di Indonesia mengalami defisit energi dan 28,5% mengalami defisit ringan. Untuk kecukupan protein, 31,9% balita mengalami defisit protein dan 14,5% mengalami defisit ringan.

Guna memenuhi kecukupan gizi pada balita, telah ditetapkan program pemberian makanan tambahan (PMT) khususnya untuk balita kurus berupa PMT lokal maupun PMT pabrikan yaitu biskuit khusus balita. Jika berat badan telah sesuai dengan perhitungan berat badan menurut tinggi badan, maka makanan tambahan balita kurus dapat dihentikan dan dilanjutkan dengan makanan keluarga gizi seimbang.

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim PKRS Gelar Edukasi Kesehatan “Asam Urat dan Neuropati” Kepada Pasien, Keluarga Pasien, maupun Pengunjung RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Asam Urat dan Neuropati di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Jumat (17/01/2020). Materi di sampaikan oleh dr.Namso Saragih,Sp.PD

Asam Urat

  1. Penumpukan Kristal asam urat pada sendi
  2. Penumpukan begitu banyak sampai merusak sendi
  3. Sendi yang rusak hamper tidak bias diperbaiki

Penyebab Asam Urat

  1. Bakat/keturunan
  2. Obat-obat tertentu : NSAID
  3. Kerusakan Ginjal/GGK
  4. Diet tinggi purine : jeroan, seafood, kacang-kacangan

NSAID

Diclofenac, Piroksicam, Phenibutazon, Meloxicam, Celecoxib, Jamu asam urat, Jamu obat rematik.

  • Makanan Tinggi : usus, hati, bayam, kacang tua, toge, tahu, tempe, kecap, ikan campur, pecal, terasi.
  • Makanan Sedang : daging, kacang tua, kerupuk kacang, kacang tojin, kecap

Pengobatan

  1. Obat penghilang sakit
  2. Uricosuric : membuang asam urat
  3. Vitamin
  4. Obat maag, karena biasanya sudah makan obat Rematik

Neuropati

  1. Nyeri non spesifik otot
  2. Nyeri pada urat syaraf dan srabut otot
  3. Dicetuskan oleh aktifitas atau kelelahan otot itu
  4. Disebabkan oleh “pengawet”

Pencetus

  1. Bekerja berat
  2. Melakukan perjalanan jauh
  3. Perjalanan ke jalan buruk
  4. Olahraga berat
  5. Duduk lama di lantai
  6. Bergadang

Pencetus Terbanyak

  1. Perjalanan jauh
  2. Perjalanan ke jalan buruk
  3. Mengangkat beban berat
  4. Duduk lama di lantai
  5. Bergadang

Gejala Tergantung

  1. Tergantung banyaknya makan makanan awet
  2. Beratnya aktivitas pencetus
  3. Jenis aktivitas yang dilakukan
  4. Lamanya melakukan aktivitas

Gejala Terbanyak

  1. Sakit pada pinggang, punggung
  2. Sakit perut bagian bawah kiri
  3. Pipis-pipis terus dan sakit
  4. Bias konstipasi atau menceret
  5. Sakit pada dada
  6. Kebas-kebas pada kaki tangan

Gerak Otot

  1. Kalau kita bergerak / beraktivitas maka otot yang bekerja
  2. Otot yang bekerja tergantung dari jenis gerakan atau aktivitas
  3. Aktivitas otot berlebih menyebabkan rasa sakit
  4. Pekerjaan tertentu membutuhkan gerakan otot tertentu

Pengobatan

  1. Obat penghilang sakit
  2. Obat pelemas otot
  3. Vitamin
  4. Obat maag, karena biasanya sudah makan obat Rematik

Prognosis

  1. Biasanya sembuh sempurna
  2. Tidak meninggalkan cacat
  3. Tergantung kepatuhan orangnya
  4. Penawar alami : sayuran,

Banyak makan sayuran mencegah kekambuhan

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Rumah Sakit Vita Insani Gelar Senam Sehat di Lapangan Parkir RS Vita Insani. Sabtu, 11/01/2020

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim PKRS Gelar Edukasi Kesehatan “STOP penyakit jantung! Buatlah JANJI dan TEKAD!” bagi Pasien Rawat Jalan RS Vita Insani

Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia yang jatuh pada tanggal 29 September, RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai STOP penyakit jantung! Buatlah JANJI dan TEKAD! di Gedung 3 Lantai 1 Poliklinik RS Vita Insani, Senin (30/09/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Wendy Saragih,Sp.JP.

Berjanji untuk makan dan minum yang sehat!

  1. Mengurangi minuman manis
  2. Lebih banyak makan buah segar
  3. Makan 5 porsi buah dan sayur setiap hari
  4. Hindari makanan cepat saji
  5. Buatlah makanan anda sendiri di rumah

Berjanji untuk hidup aktif!

  1. Olahraga sedang minimal 30 menit sehari selama 5 kali seminggu
  2. Lebih sering bermain, menari, mengerjakan pekerjaan rumah, berjalan
  3. Usahakan naik tangga, berjalan atau bersepeda daripada naik kendaraan
  4. Olahraga bersama keluarga

Berjanji untuk tidak merokok!

  1. Setelah 2 tahun berhenti risiko penyakit koroner berkurang
  2. Hati-hati, perokok pasif juga mendapat risiko penyakit jantung
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim PKRS Gelar Edukasi Kesehatan “ Sanitasi Lingkungan” Kepada Pasien, Keluarga Pasien, maupun Pengunjung RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Sanitasi Lingkungan di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (21/08/2019). Materi di sampaikan oleh dr.Angeline Lasmaida Sibarani, MARS

SANITASI (KESEHATAN LINGKUNGAN) DASAR

Sanitasi dasar adalah sanitasi minimal yang diperlukan agar tetap selalu sehat.

Rumah sehat merupakan rumah yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya, sehingga mereka dapat hidup beraktifitas secara optimal.

 

Ciri-ciri rumah sehat antara lain:

  • Lantai tidak tembus air dan bersih
  • Memiliki jendela dan lubang angin permanen
  • Halaman bersih dan rapi
  • Memiliki sarana air bersih, jamban (WC), saluran limbah, tempat sampah
  • Memiliki pohon pelindung atau peneduh

Sarana Sanitasi Dasar dirumah:

  1. Air Bersih dan Air Minum

Sumber: Perlindungan Mata Air (PMA), Sumur Gali, Perlindungan Air Hujan (PAH), perpipaan, dll.

Syarat kesehatan:

  • air yang jernih, tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak ada rasa.
  • Jarak minimal 10 meter dari sumber pencemaran tanah (misal: kandang ternak, penumpukan sampah, septic tank)
  1. Saluran Air Limbah

Sumber: air bekas dari kamar mandi, tempat cuci dan dapur (kecuali air dari jamban/WC)

Syarat kesehatan:

  • saluran yang mengalirkan air limbah (air buangan) tertutup/terlindung dan mengalir dengan lancer sehingga tidak mencemari lingkungan dan tidak dapat dijangkau oleh serangga dan tikus
  1. Sampah

Jenis-jenis sampah:

  • Sampah kering, adalah sampah yang tidak mudah membusuk atau terurai seperti gelas, besi, plastic
  • Sampah basah, yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sisa sayuran, daun, ranting, bangkai binatang.
  • Sampah berbahaya dan beracun, yaitu sampah yang dapat membahayakan kesehatan manusia seperti sampah yang berasal dari rumah sakit, batu baterai bekas.

Didalam sampah terdapat kuman/bakteri yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Sampah juga menarik perhatian serangga dan tikus untuk mencari makan,sehingga sampah dapat menjadi sumber penularan penyakit.

Syarat kesehatan tempat sampah:

  • Cukup kuat, mudah dibersihkan, dan terhindar dari jangkauan serangga dan tikus
  • Mempunyai tutup dan selalu dalam keadaan tertutup sehingga tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.
  1. Jamban

Kotoran manusia adalah sisa pencernaan makanan (tinja) dan  minuman manusia (urine) yang didalamnya terdapat kuman penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia, oleh karena itu harus dikelola dengan baik.

Syarat Kesehatan sarana jamban:

  • Sarana yang dibuat tidak mengotori tanah permukaan
  • Tinja yang ditampung tidak dapat dijangkau oleh serangga dan tikus atau hewan lainnya
  • Tidak mencemari sumber air, tidak menimbulkan bau.

JENIS-JENIS PENYAKIT KARENA LINGKUNGAN TIDAK SEHAT

Sakit perut, diare, disentri, kolera, typhus, dll.

Penyebab :

  • Minum air yang tidak dimasak.
  • Memakan jajanan yang kurang bersih dengan tangan yang kotor (tidak cuci tangan sebelum makan).
  • Buang air besar di sembarang tempat.
  • Menggunakan air yang kotor dan tidak sehat untuk keperluan sehari-hari.
  • Makanan tidak ditutup.
  • Memakan makanan yang telah dihinggapi lalat.
  • Makanan dan minuman yang basi atau    menggunakan zat pewarna berlebihan.

Sakit mata, penyebab  sering mandi di air yang kotor

Sakit kulit, gatal-gatal, panu, kadas, kurap, kutu air

Penyebab :

  • Mandi di air yang kotor.
  • Pakaian jarang dicuci.
  • Sering tukar menukar pakaian dengan orang lain.
  • Tempat tidur yang kotor.

Cacingan

Penyebab :

  • Makan dengan tangan yang kotor & mungkin ada telur cacing.
  • Memakan makanan yang kurang masak atau lalapan yang tidak dicuci dengan bersih.
  • Makanan tidak ditutup  dihinggapi lalat yang membawa telur cacing.
  • Tidak menggunakan alas kaki.

Sakit Batuk/Pilek

Penyebab :

  • Dari orang sakit batuk/pilek.
  • Rumah gelap, pengap dan tanpa ventilasi serta jendela.
  • Kamar kecil dan padat penghuni.

Malaria, Demam Berdarah (DBD), dan filariasis (kaki gajah)

Penyebab: disebabkan oleh gigitan nyamuk Anopheles (Malaria), Aedes aegypti (DBD), yang mengandung kuman penyakit penyebab malaria, DBD, atau filariasis.

PENCEGAHAN TIMBULNYA PENYAKIT:

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS)

  1. Mandi dua kali sehari dengan sabun mandi.
  2. Menggosok gigi sehabis makan dan waktu akan tidur.
  3. Buang air besar di jamban/WC.
  4. Mencuci tangan setelah buang air besar & sebelum makan dengan sabun.
  5. Membuang sampah di tempat sampah.
  6. Mengganti pakaian sekali sehari dan pakaian jangan terlalu sempit.
  7. Pakaian dicuci sampai bersih dengan sabun cuci.
  8. Memotong kuku setiap minggu.
  9. Mencuci rambut minimal dua kali seminggu atau setiap kali rambut kotor.
  10. Jangan pinjam meminjam perlengkapan pribadi seperti handuk, sabun, pakaian, sikat gigi, pisau cukur, dll
  11. Tidur dengan waktu yang cukup.
  12. Berolah raga secara teratur.

CARA MENYIAPKAN MAKANAN DAN MINUM YANG BERSIH DAN SEHAT

Cara yang dapat dilakukan untuk menyiapkan makanan dan minum yang bersih dan sehat sebagai berikut :

  • Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum mengolah dan menyajikan makanan dan minuman serta setelah memegang benda-benda yang kotor.
  • Alat-alat makan dan alat-alat masak harus selalu bersih serta menggunakan lap yang bersih.
  • Jangan meletakkan makanan dan minuman di sembarang tempat.
  • Cucilah sayuran mentah dengan air panas jika digunakan untuk lalapan atau dimakan mentah.

PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK

  • Membersihkan bak mandi setiap minggu.
  • Kaleng, ban dan botol bekas harus ditanam/ditimbun.       
  • Menutup tempat penyimpan air bersih untuk minum & masak.
  • Mengganti air pada vas bungan setiap minggu.
  • Mengganti air & membersihkan tempat air minum burung setiap minggu.
  • Menutup lubang pagar bambu dengan tanah.
  • Membubuhkan garam dapur atau minyak tanah.

Sanitasi Rumah Sakit

Adalah upaya pengendalian faktor lingkungn fisik, kimiawi biologi, dan sosial psikologi di Rumah Sakit yang menimbulkan atau mungkin dapat minimbulkan dampak buruk pada kesehatan jasmani, rohani, dan kesejahteraan sosial petugas, pengunjung dan masyarakat Rumah Sakit (Setijorogo, 1994)

Tujuan Sanitasi Rumah Sakit

Menciptakan kondisi lingkungan rumah sakit agar tetap bersih, nyaman, dan dapat mencegah terjadinya infeksi silang serta tidak mencemari lingkungan

Dampak Masalah-Masalah Sanitasi Rumah Sakit

  • Resiko/pengaruh buruk terhadap petugas, pasien, pengunjung RS
  • Gangguan pencemaran lingkungan
  • Gangguan kesehatan dan kematian
  • Hilangnya waktu kerja
  • Menurunya kualitas hidup masyarakat

MANFAAT DARI UPAYA-UPAYA DAN SARANA SANITASI RUMAH SAKIT

  • Berkurangnya kemungkinan terjadinya re-infeksi dan saling infeksi di RS
  • Dipercepatnya proses penyembuhan bagi penderita (pasien)
  • Menurunya biaya yang timbul akibat infeksi (pasien, petugas, pengunjung RS)
  • Menurunnya dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat
  • Meningkatnya citra RS, bersih, sehat dan menyenangka
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Jeka A Saragih,Juara MMA One Pride disambut oleh Masyarakat Pematangsiantar di Rumah Sakit Vita Insani 

Jeka A Saragih,Juara MMA One Pride disambut oleh Masyarakat Pematangsiantar di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar pada hari sabtu (10/08/2019) sore.

 

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ” Kepada Pasien, Keluarga Pasien, maupun Pengunjung RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai PHBS di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (14/08/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Namso Saragih, SpPD

STANDAR  HIDUP SEHAT

PRINSIP

  • Sehat itu adalah kewajiban  bukan pilihan
  • Sehat itu terutama ditentukan oleh  GAYA HIDUP  bukan karena obat

Faktor-faktor  untuk Sehat

  • Makan Sehat

Back to Nature, Triple Three, Double Two

  • Olah Raga
  • Olah Raga Aerobik : Gerakan bebas tanpa beban
  • Teratur 3-4 kali/minggu  minimal  a  15-20 menit
  • Kombinasi jalan/jogging dengan snam adalah yang terbaik
  • Supaya aliran darah keseluruh tubuh lancar  dan semua otot lemas.
  • Istirahat Cukup
  • Tidur minimal 6 jam/hari
  • Kalau bergadang harus dibayar
  • Tidur dengan berbaring  bedanya tipis (mind set).
  • Kebersihan
  • Mandi minimal 2 kali sehari
  • Ganti baju minimal sekali sehari
  • Kebersihan rumah dan lingkungan : Bersih  Biologis, Khemis, Fisis
  • Hindari bahaya
  • Hindari Kecelakaan (Kecelakaan Kerja, Perilaku berkenderaan), ikuti aturan  kecelakaan kerja dan berlalulintas
  • Hobby ekstreem ( Ngebut, arung jeram, panjat tebing) : Harus melalui  pelatihan dan aturan  standar kompetensi
  • Lingkungan yang bisa membahayakan
  • Mengindahkan Program Penanggulangan Disaster.
  • Mindset
  • Selalulah bersyukur  akan apa yang sudah diberikanNya, dan tetaplah berupaya keras untuk sesuatu yang lebih baik
  • Jangan buat standarmu sendiri, berkonsultasilah dengan ahlinya

Konsultasi  Dokter  atau Program Kesehatan

  • Pencegahan
  • Pengetahuan pencegahan penyakit ( Makanan, perilaku)
  • Tindakan pencegahan penyakit ( Obat, vaksinasi)
  • Berobat
  • Pilihlah dokter yang kompeten sesuai dengan penyakit anda
  • Patuhi aturan yang dikeluarkan  dokter anda
  • Tanyakan secara detail apa yang harus dilakukan selanjutnya
  • Tanyakan skedule kontrol  anda

Didalam badan yang sehat  dapat berkembang jiwa yang sehat

STANDAR MAKAN SEHAT

Back to Nature : Sedapat mungkin Hindari semua makanan dengan pengawet

  • Mie instan
  • Obat penambah nafsu makan
  • Obat rematik
  • Minuman kaleng/sachet,botol
  • Makanan instan
  • Kebanyakan jamu kemasan
  • Buah Impor
  • Roti Kering

Triple Three :

  1. Makan 3 kali /hari  : Diluar ini tidak boleh makan
  2. Porsi makan sama tiap kali makan NASINYA  ±   3 ons
  3. Displin waktunya
  4. Makan nasi tidak boleh makan bubur

Double Two:

  1. Makan sayuran segar  minimal 2 kali/hari
  2. Tiap kali makan minimal 2 ons/kali makan
  3. Tentunya ini idealnya  nantinya  dimulai secara  Mungkin kalau selama ini  tidak makan sayuran, sulit terus  seperti ini.

Kekuatan Nasehat:

  1. Sebenarnya motto ini adalah suatu gaya hidup yang sudah teruji, hal seperti inilah yang  dilakukan oleh nenek moyang kita 
  2. Nenek moyang kita dahulu tak macam-macam  penyakitnya
  3. Gaya hidup yang melenceng dari nasehat ini, adalah penyebab banyaknya orang sakit sekarang.

Buah:

  1. Tidak boleh makan buah 2 bulan kedepan
  2. Setelah 2 bulan melakukan Nasehat ini boleh makan buah basa seperti  Pepaya, Pisang, Semangka, Apokat.
  3. Buah asam ( Nenas, jeruk) baru boleh 6 bulan lagi

Kegagalan Nasehat ini: Kadang  sudah  sembuh kambuh kembali  disebabkan :

  1. Tidak disiplin mengenai makan 3 kali/hari
  2. Tidak disiplin larangan terutama roti kering
  3. Tidak disiplin larangan makan buah
  4. Tidak ada courage untuk makan sayuran seperti diatas

Lain-lain:

  1. Makan daging, ikan, telor bebas
  2. Usahakan Daging dan Ikan segar ,jangan yang diawetkan
  3. Makan yang digoreng boleh

Buatlah makanan yang enak  tapi sehat

Makanlah dengan logika untuk sehat, jangan dirajai lidah

STANDAR HIDUP SEHAT

Prinsip :

  1. Sehat itu adalah kewajiban  bukan pilihan
  2. Sehat itu terutama ditentukan oleh  GAYA HIDUP  bukan karena obat

Faktor-faktor  untuk Sehat :

  1. Makan Sehat : Back to Nature, Triple Three, Double Two
  2. Olah Raga :
  • Olah Raga Aerobik : Gerakan bebas tanpa beban
  • Teratur 3-4 kali/minggu  minimal  a  15-20 menit
  • Kombinasi jalan/jogging dengan snam adalah yang terbaik
  • Supaya aliran darah keseluruh tubuh lancar  dan semua otot lemas.
  1. Istirahat Cukup :
  • Tidur minimal 6 jam/hari
  • Kalau bergadang harus dibayar
  • Tidur dengan berbaring  bedanya tipis (mind set).
  1. Kebersihan :
  • Mandi minimal 2 kali sehari
  • Ganti baju minimal sekali sehari
  • Kebersihan rumah dan lingkungan : Bersih  Biologis, Khemis, Fisis
  1. Hindari bahaya:
  • Hindari Kecelakaan (Kecelakaan Kerja, Perilaku berkenderaan), ikuti aturan  kecelakaan kerja dan berlalulintas
  • Hobby ekstreem ( Ngebut, arung jeram, panjat tebing) : Harus melalui  pelatihan dan aturan  standar kompetensi
  • Lingkungan yang bisa membahayakan
  • Mengindahkan Program Penanggulangan Disaster.
  1. Mindset:
  • Selalulah bersyukur  akan apa yang sudah diberikanNya, dan tetaplah berupaya keras untuk sesuatu yang lebih baik
  • Jangan buat standarmu sendiri, berkonsultasilah dengan ahlinya

Konsultasi  Dokter  atau Program Kesehatan:

  1. Pencegahan:
  • Pengetahuan pencegahan penyakit ( Makanan, perilaku)
  • Tindakan pencegahan penyakit ( Obat, vaksinasi)
  1. Berobat:
  • Pilihlah dokter yang kompeten sesuai dengan penyakit anda
  • Patuhi aturan yang dikeluarkan  dokter anda
  • Tanyakan secara detail apa yang harus dilakukan selanjutnya
  • Tanyakan skedule kontrol  anda

Didalam badan yang sehat  dapat berkembang jiwa yang sehat

 

USAHA GILA MENGURANGI KHOLESTEROL

Filosofi Gila :

Kalau  anda menginginkan suatu hasil yang luar biasa maka usahanyanya juga harus luar biasa.

Kalau  usahanya biasa-biasa saja, maka hasilnya juga biasa-biasa saja

Kalau mau hasil yang agak gila, maka usahanya harus agak  gila

Contoh :

Kalau anda  jadi milioner  mendadak (incredible), maka usaha yang memungkinkan  adalah   antara lain :

Merampok Bank

Menjual Narkoba

Berjudi/Lotre

Ada orang berkata : Kalau saya harus makan kotoran ayam supaya saya sehat , saya akan lakukan. Gile !!

Aplikasi Medis :

  • Ada beberapa penyakit, yang  Filosofi Gila ini  dapat diterapkan, yang membutuhkan partisipasi anda
  • Anda menderita suatu penyakit yang agak berat  dan mau sembuh. Maka usahanya  harus agak berat

Faktor Risiko Kegemukan

Mulai besok saya harus makan sayuran 3 x/hari  a ½ kg

 

Mulai besok semua makanan yang manis akan haramkan

 

Mulai besok  saya tak akan makan berlemak

 

Mulai besok saya akan  makan teratrur ,tak terlambat 30 menit

 

Mulai besok  saya tak akan makan nasi sesedikit mungkin

 

Kurang makan sayur

 

Makanan  manis

 

Makanan berlemak

 

Makan tak teratur

 

Makan nasi

 

Olah raga

 

Penjelasan  Point  4

Sayuran:

  • Sayuran segar, kalau bisa sayuran organic
  • Sebaiknya sayur bening  atau sayur tumis

Makanan Bergula :

Tart

Ice Cream

Martabak

Makanan dg coklat

Syrup manis

Kue dg slei

Kolak

Makanan dg cream

Manisan

Roti manis

Pulut

Dodol

Teh manis

Kopi manis

 

Susu kental manis

Makanan Berminyak :

Mie Goreng

Goreng pisang

Sate

Ikan tawar goreng

Ikan mas

Gulai

Terong goreng

Ikan pelet

Rendang

Yg lembut digoreng

Ayam leghorn

Kolak

Olahraga:

  • Olahraga aerobik : gerakan bebas tanpa beban
  • Kombinasi jalan/jogging dengan  senam
  • Dua kali sehari a  30 menit

Bisa ? Harus  bias

Hasil : Tergantung seberapa disiplin anda gila

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim PKRS Gelar Edukasi Kesehatan “ ASI ESKLUSIF” Kepada Pasien, Keluarga Pasien, maupun Pengunjung RS Vita Insani

Dalam rangka memperingati Pekan ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 07 Agustus, RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai ASI Esklusif di Ruang Rubi Lantai II  RS Vita Insani, Rabu (07/08/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Mazwirda H. Damanik.

Apa itu ASI Eksklusif ?

ASI ekslusif adalah memberikan ASI saja tanpa makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai masuk 6 bulan. (Depkes RI, 2003)

Kandungan ASI

Air, Protein, Karbohidrat, DHA/ARA, Lemak, Vitamin, Mineral, Enzyme, Growth Factor, Anti-Parasit, Anti-Alergi, Anti-Virus, Hormon, Antibodie

  • ASI Kolostrum (Hari 0-4)
  • ASI Transisi (Hari 5-14)
  • ASI Matur (Hari 15-dst)

Pentingnya Foremilk dan Handmilk

Foremilk berguna untuk pertumbuhan otak karena kandungan proteinnya juga tinggi, sedangkan

Handmilk berguna untuk pertumbuhan fisik bayi karena mengandung lemak.

Keunggulan ASI eksklusif

  • Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan
  • Mengandung zat kekebalan
  • Melindungi bayi dari alergi
  • Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar.
  • Tidak akan pernah basi , mempunyai suhu yang tepat dan dapat di berikan kapan saja dan dimana saja.
  • Membantu memperbaiki reflex menghisap , menelan, dan pernapasan bayi

Manfaat Ibu Memberi ASI untuk Bayi & Keluarga

Bagi Ibu

  • Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi
  • Mengurangi pendarahan setelah persalinan
  • Mempercepat pemulihan kesehatan ibu
  • Mengurangi resiko terkena kanker payudara
  • Lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan pada setiap bayi membutuhkan

Bagi bayi:

  • Bayi lebih sehat, lincah, dan tidak cengeng
  • Bayi tidak sering sakit

Bagi keluarga

  • Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula Dan perlengkapannya
  • Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula, misalnya merebus air dan pencucian peralatan 

Cara Menjaga Mutu dan Jumlah Produksi ASI

  • Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, banyak makan sayuran dan buah-buahan.
  • Makan lebih banyak dari biasanya
  • Banyak minum air putih, paling sering sedikit 8 gelas sehari.
  • Cukup istirahat dengan tidur siang/berbaring selama 1-2 jam dan menjaga ketenangan pikiran
  • Susui bayi sesering mungkin dari kedua payudara kiri dan kanan secara bergantian hingga bayi tenang dan puas.

Kapan dan Bagaimana ASI diberikan

  • Sebelum menyusui ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan dari keluarga
  • Bayi disusui segera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk merangsang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan
  • Susui bayi sesering mungkin sampai ASI keluar, setelah itu berikan ASI sesuai kebutuhan bayi, waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi
  • ASI dari kedua payudara secara bergantian berikan hanya ASI saja sehingga bayi berusia 6bulan
  • Setelah bayi berusia 6 bulan, selain ASI diberikan pula makanan pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat dan jumlah yang sesuai dengan perkembangan umur bayi
  • Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi berusia 2tahun

 

Cara menyusui yang benar

  • Sebelum menyusui bayi, terlebih dahulu ibu mencuci kedua tangannya dengan menggunakan air bersih dan sabun sampai bersih
  • Lalu bersihkan kedua puting susu dengan kapas yang telah direndam terlebih dahulu dengan air hangat
  • ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu
  • Bayi diletakkan menghadap perut ibu/payudara Ibu duduk atau berbaring santai
  • Perut bayi menempel badan ibu, kepala bayi menghadap Payudara
  • Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
  • Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari yang lain menopang di bawah
  • Beri rangsangan untuk membuka mulut
  • Kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi
  • Ibu menatap bayi dengan kasih sayang

Kelekatan Menyusui yang Baik

  • Dagu menyentuh payudara
  • Mulut terbuka lebar
  • Bibir bawah terlipat ke arah luar
  • Lebih banyak daerah areola yang terlihat di atas mulut daripada di bawah mulut bayi

Tanda-Tanda Pengisapan Efektif

Pengisapan efektif jika hal-hal di bawah ini tampak:

  • Isapan lambat dan dalam
  • Kadang-kadang ada jeda
  • Bayi terlihat menelan
  • Payudara terasa lebih kosong

Cara  melepaskan isapan bayi dari puting ibu

  • Masukan seujung jari kelingking ibu secara perlahan ke mulut bayi
  • Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi di bersihkan dengan kapas yang telah direndam air hangat.
  • Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang terhisap bisa keluar dengan cara meletakan bayi tegak lurus pada ibu dan perlahan-lahan diusap belakangnya sampai bersendawa. Udara akan keluar dengan sendirinya.

CARA MEMERAH ASI

Persiapan memeras ASI

  • Waktu yang paling tepat untuk memeras ketika payudara sedang penuh, bisa diulang sekitar 3- 4 jam
  • Alat-alat yang digunakan dibersihkan/disterilisasi terlebih dulu
  • Ibu dalam keadaan tenang dan nyaman
  • Cuci tangan sebelum memeras
  • Minumlah segelas air
  • Posisikan tangan pada salah satu payudara, kemudian letakkan ibu jari terletak berlawanan dengan jari telunjuk pertahankan tetap pada bagian yang coklat (areola).
  • Tekan tangan kearah dada, lalu dengan lembut tekan jari tangan secara bersamaan
  • Tampung ASI peras pada cengkir (steril) yang bermulut lebar

BAGAIMANA CARA MENYIMPAN ASI PERAS

  • Masukkan kedalam botol penutup yang sudah direbus agar steril.
  • Taruh label pada botol, tanggal dan jam berapa ASI tersebut diperas

Metode Penyimpanan Dalam Lemari Es

  • Pada suhu ruangan Waktu Penyimpanan 6 jam
  • Dalam lemari es (bukan freezer) Waktu Penyimpanan 24 jam
  • Dalam pembeku/ freezer (lemari es 1 pintu) suhu -15oC (5oF) Waktu Penyimpanan 2 minggu
  • Dalam pembeku/ freezer (lemari es 2 pintu) suhu -18oC (0oF) Waktu Penyimpanan 3 – 4 minggu
  • Deep freezer -20oC Waktu Penyimpanan 6 – 12 minggu

Menghangatkan  ASI  jangan dimasak, sebaiknya dengan cara: 

  • Cairkan ASI beku dengan “penurunan suhu secara bertahap” selama satu malam dalam lemari pendingin.
  • Rendam susu dalam mangkuk berisi air hangat.
  • Aduk dengan cara digoyangkan
  • Jangan gunakan microwave untuk mencairkan atau menghangatkan ASI.
  • Setelah dicairkan, ASI harus digunakan dalam waktu 24 jam
  • Teteskan ASI pada punggung tangan untuk merasakan suhu ASI.
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Kenali, Cegah & Obati Penyakit Hepatitis” bagi Pasien Rawat Jalan RS Vita Insani

Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada tanggal 28 Juli, RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Hepatitis di Gedung 3 Lantai 1 Poliklinik RS Vita Insani, Rabu (31/07/2019). Materi di sampaikan oleh dr.Ary Stefano Dwicahyo.

Hepatitis adalah istilah umum penyakit yang merujuk pada peradangan yang terjadi di hati. Hepatitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus, meskipun juga dapat disebabkan oleh kondisi lain. Beberapa penyebab hepatitis selain infeksi virus adalah kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun, serta zat racun atau obat-obatan tertentu.

Hepatitis dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh terutama yang berkaitan dengan metabolisme, karena hati memiliki banyak sekali peranan dalam metabolisme tubuh, seperti:

  • Menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak.
  • Menguraikan karbohidrat, lemak, dan protein.
  • Menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh.
  • Mengaktifkan berbagai enzim.
  • Membuang bilirubin (zat yang dapat membuat tubuh menjadi kuning), kolesterol, hormon, dan obat-obatan.
  • Membentuk protein seperti albumin dan faktor pembekuan darah.
  • Menyimpan karbohidrat (dalam bentuk glikogen), vitamin, dan mineral.

Hepatitis yang terjadi dapat bersifat akut maupun kronis. Seseorang yang mengalami hepatitis akut dapat memberikan beragam manifestasi dan perjalanan penyakit. Mulai dari tidak bergejala, bergejala dan sembuh sendiri, menjadi kronis, dan yang paling berbahaya adalah berkembang menjadi gagal hati. Bila berkembang menjadi hepatitis kronis, dapat menyebabkan sirosis dan kanker hati (hepatocellular carcinoma) dalam kurun waktu tahunan. Pengobatan hepatitis sendiri bermacam-macam sesuai dengan jenis hepatitis yang diderita dan gejala yang muncul.

Penyebab Hepatitis

Hepatitis dapat disebabkan karena infeksi maupun bukan karena infeksi. Pembagian jenis hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus adalah sebagai berikut:

  • Hepatitis A. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A biasanya ditularkan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi feses dari penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A.
  • Hepatitis B. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui cairan tubuh yang terinfeksi virus hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani. Karena itu, berbagi pakai jarum suntik serta berhubungan seksual tanpa kondom dengan penderita hepatitis B dapat menyebabkan seseorang tertular penyakit ini.
  • Hepatitis C. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C dapat ditularkan melalui cairan tubuh, terutama melalui berbagi pakai jarum suntik dan hubungan seksual tanpa kondom.
  • Hepatitis D. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan penyakit yang jarang terjadi, namun bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.
  • Hepatitis E. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah terjadi pada lingkungan yang tidak memiliki sanitasi yang baik, akibat kontaminasi virus hepatitis E pada sumber air.

Ibu yang menderita hepatitis B dan C juga dapat menularkan kepada bayinya melalui jalan lahir.

Selain disebabkan oleh virus, hepatitis juga dapat terjadi akibat kerusakan pada hati oleh senyawa kimia, terutama alkohol. Konsumsi alkohol berlebihan akan merusak sel-sel hati secara permanen dan dapat berkembang menjadi gagal hati atau sirosis. Penggunaan obat-obatan melebihi dosis atau paparan racun juga dapat menyebabkan hepatitis.

Pada beberapa kasus, hepatitis terjadi karena kondisi autoimun pada tubuh. Pada hepatitis yang disebabkan oleh autoimun, sistem imun tubuh justru menyerang dan merusak sel dan jaringan tubuh sendiri, dalam hal ini adalah sel-sel hati, sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan yang terjadi dapat bervariasi mulai dari yang ringan hingga berat. Hepatitis autoimun lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria.

Gejala Umum Hepatitis

Sebelum virus hepatitis menimbulkan gejala pada penderita, terlebih dahulu virus ini akan melewati masa inkubasi. Waktu inkubasi tiap jenis virus hepatitis berbeda-beda. HAV membutuhkan waktu inkubasi sekitar 15-45 hari, HBV sekitar 45-160 hari, dan HCV sekitar 2 minggu hingga 6 bulan.

Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita hepatitis, antara lain adalah:

  • Mengalami gejala seperti flu, misalnya mual, muntah, demam, dan lemas.
  • Feses berwarna pucat.
  • Mata dan kulit berubah menjadi kekuningan (jaundice).
  • Nyeri perut.
  • Berat badan turun.
  • Urine menjadi gelap seperti teh.
  • Kehilangan nafsu makan.

Bila Anda mengalami hepatitis virus yang dapat berubah menjadi kronik, seperti hepatitis B dan C, mungkin Anda tidak mengalami gejala tersebut pada awalnya, sampai kerusakan yang dihasilkan oleh virus berefek terhadap fungsi hati. Sehingga diagnosisnya menjadi terlambat.

Faktor Risiko Hepatitis

Faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang untuk lebih mudah terkena hepatitis tergantung dari penyebab hepatitis itu sendiri. Hepatitis yang dapat menular lewat makanan atau minuman seperti hepatitis A dan hepatitis E, lebih berisiko pada pekerja pengolahan air atau pengolahan limbah. Sementara hepatitis non infeksi, lebih berisiko pada seseorang yang kecanduan alkohol.

Untuk hepatitis yang penularannya melalui cairan tubuh seperti hepatitis B,C, dan D lebih berisiko pada:

  • Petugas medis.
  • Pengguna NAPZA dengan jarum suntik.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Orang yang sering menerima transfusi darah.
  • Bayi dengan ibu yang terinfeksi virus Hepatitis

Namun saat ini sudah jarang orang yang tertular hepatitis melalui transfusi darah, karena setiap darah yang didonorkan terlebih dulu melewati pemeriksaan untuk penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui darah.

Diagnosis Hepatitis

Langkah diagnosis hepatitis pertama adalah dengan menanyakan riwayat timbulnya gejala dan mencari faktor risiko dari penderita. Lalu dilakukan pemeriksaan fisik untuk menemukan tanda atau kelainan fisik yang muncul pada pasien, seperti dengan menekan perut untuk mencari pembesaran hati sebagai tanda hepatitis, dan memeriksa kulit serta mata untuk melihat perubahan warna menjadi kuning.

Setelah itu, pasien akan disarankan untuk menjalani beberapa pemeriksaan tambahan, seperti:

  • Tes fungsi hati. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pasien untuk mengecek kinerja hati. Pada tes fungsi hati, kandungan enzim hati dalam darah, yaitu enzim aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase (AST/SGOT dan ALT/SGPT), akan diukur. Dalam kondisi normal, kedua enzim tersebut terdapat di dalam hati. Jika hati mengalami kerusakan akibat peradangan, kedua enzim tersebut akan tersebar dalam darah sehingga naik kadarnya. Meski demikian, perlu diingat bahwa tes fungsi hati tidak spesifik untuk menentukan penyebab hepatitis.
  • Tes antibodi virus hepatitis. Tes ini berfungsi untuk menentukan keberadaan antibodi yang spesifik untuk virus HAV, HBV, dan HCV. Pada saat seseorang terkena hepatitis akut, tubuh akan membentuk antibodi spesifik guna memusnahkan virus yang menyerang tubuh. Antibodi dapat terbentuk beberapa minggu setelah seseorang terkena infeksi virus hepatitis. Antibodi yang dapat terdeteksi pada penderita hepatitis akut, antara lain adalah:
    • Antibodi terhadap hepatitis A (anti HAV).
    • Antibodi terhadap material inti dari virus hepatitis B (anti HBc).
    • Antibodi terhadap material permukaan dari virus hepatitis B (anti HBs).
    • Antibodi terhadap material genetik virus hepatitis B (anti HBe).
    • Antibodi terhadap virus hepatitis C (anti HCV).
  • Tes protein dan materi genetik virus. Pada penderita hepatitis kronis, antibodi dan sistem imun tubuh tidak dapat memusnahkan virus sehingga virus terus berkembang dan lepas dari sel hati ke dalam darah. Keberadaan virus dalam darah dapat terdeteksi dengan tes antigen spesifik dan material genetik virus, antara lain:
    • Antigen material permukaan virus hepatitis B (HBsAg).
    • Antigen material genetik virus hepatitis B (HBeAg).
    • DNA virus hepatitis B (HBV DNA).
    • RNA virus hepatitis C (HCV RNA).
  • USG perut. Dengan bantuan gelombang suara, USG perut dapat mendeteksi kelainan pada organ hati dan sekitarnya, seperti adanya kerusakan hati, pembesaran hati, maupun tumor hati. Selain itu, melalui USG perut dapat juga terdeteksi adanya cairan dalam rongga perut serta kelainan pada kandung empedu.
  • Biopsi hati. Dalam metode ini, sampel jaringan hati akan diambil untuk kemudian diamati menggunakan mikroskop. Melalui biopsi hati, dokter dapat menentukan penyebab kerusakan yang terjadi di dalam hati.

Pengobatan Hepatitis

Pengobatan yang diberikan kepada penderita hepatitis bergantung kepada penyebabnya. Pemantauan kondisi fisik pasien selama masa penyembuhan hepatitis sangat diperlukan agar proses pemulihan bisa berjalan dengan baik. Aktivitas fisik yang melelahkan harus dihindari selama masa penyembuhan hingga gejala mereda.

Pengobatan hepatitis A, B, dan E akut umumnya tidak membutuhkan pengobatan spesifik, pengobatan difokuskan untuk meredakan gejala-gejala yang muncul, seperti mual muntah dan sakit perut. Perlu diingat pada kasus hepatitis akut, pemberian obat-obatan harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena fungsi hati pasien sedang terganggu. Pasien hepatitis akut harus menjaga asupan cairan tubuh, baik dengan minum air maupun dengan pemberian cairan lewat infus, untuk menghindari dehidrasi akibat sering muntah. Khusus untuk hepatitis C akut, akan diberikan obat interferon.

Pengobatan hepatitis kronis memiliki tujuan untuk menghambat perkembangbiakan virus, serta mencegah kerusakan hati lebih lanjut dan berkembang menjadi sirosis, kanker hati, atau gagal hati. Beda dengan hepatitis B kronis, pengobatan hepatitis C kronis juga bertujuan untuk memusnahkan virus dari dalam tubuh. Pengobatan terhadap hepatitis kronis melibatkan obat-obatan antivirus seperti ribavirin, simeprevir, lamivudine, dan entecavir, serta suntikan interferon. Pasien hepatitis kronis diharuskan untuk berhenti minum alkohol dan merokok untuk mencegah kerusakan hati bertambah parah.

Infeksi hepatitis D dapat terjadi bersamaan atau setelah terdapat infeksi hepatitis B. Pengobatan infeksi hepatitis D sampai saat ini belum diteliti lebih lanjut.

Pengobatan hepatitis autoimun umumnya melibatkan obat imunosupresan, terutama golongan kortikosteroid seperti prednisone dan budesonide. Selain itu, pasien penderita hepatitis autoimun juga dapat diberikan azathioprine, mycophenolate, tacrolimus, dan cyclosporin.

Komplikasi Hepatitis

Penderita hepatitis akut dapat mengalami hepatitis fulminan yang berujung kepada gagal hati akibat peradangan hebat pada hati. Gejala penderita hepatitis fulminan mencakup bicara kacau dan penurunan kesadaran hingga koma. Pasien juga dapat mengalami lebam dan perdarahan akibat kurangnya protein faktor pembekuan darah yang diproduksi hati. Penderita hepatitis fulminan dapat meninggal dunia dalam beberapa minggu jika tidak dirawat dengan segera.

Selain hepatitis fulminan, penderita hepatitis B dan C juga dapat mengalami hepatitis kronis. Hepatitis kronis adalah hepatitis yang terjadi pada seseorang selama lebih dari 6 bulan. Pada hepatitis kronis, virus akan berkembang biak di dalam sel-sel hati dan tidak dapat dimusnahkan oleh sistem imun. Virus yang berkembang biak secara kronis dalam hati penderita akan menyebabkan peradangan kronis dan dapat menyebabkan sirosis, kanker hati, atau gagal hati.

Pencegahan Hepatitis

Agar terhindar dari hepatitis, seseorang perlu menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Misalnya dengan:

  • Menjaga kebersihan sumber air agar tidak terkontaminasi virus hepatitis.
  • Mencuci bahan makanan yang akan dikonsumsi, terutama kerang tiram, sayuran, serta buah-buahan.
  • Tidak berbagi pakai sikat gigi, pisau cukur, atau jarum suntik dengan orang lain.
  • Tidak menyentuh tumpahan darah tanpa sarung tangan pelindung.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman, misalnya dengan menggunakan kondom, atau tidak berganti-ganti pasangan.
  • Kurangi konsumsi alkohol.

Selain melalui pola hidup bersih dan sehat, hepatitis (terutama A dan B) bisa dicegah secara efektif melalui vaksinasi. Untuk vaksin hepatitis C, D, dan E hingga saat ini masih dalam tahap pengembangan. Namun di beberapa negara, vaksin hepatitis C sudah tersedia dan bisa digunakan.

  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “Diabetes mellitus” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Diabetes mellitus di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (24/7/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Samudra Mahadi.

Apa itu Diabetes Mellitus ?

Diabetes mellitus merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.

seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL.

Klasifikasi DM

  • DM tipe I : Tipe tergantung insulin(DMTI)/ IDDM  
  • DM tipe II : Tipe tak tergantung insulin (DMTTI/NIDDM)
  • DM tipe lain : tumor, infeksi, obat-obatan, penyakit sistem imune
  • DM gestasional : DM saat kehamilan (GDM)

Faktor Resiko

            faktor risiko terkena diabetes antara lain sebagai berikut :

    1. Riwayat Keluarga
    2. Obesitas Atau Kegemukan
    3. Usia Yang Semakit Bertambah
    4. Kurangnya Aktivitas Fisik
    5. Merokok
    6. Suka Mengkonsumsi Makanan Berkolesterol Tinggi
    7. Penderita Hipertensi Atau Tekenan Darah Tinggi
    8. Masa Kehamilan
    9. Ras Tertentu
    10. Stres Dalam Jangka Waktu Yang Lama

Gejala Diabetes

  • Sering kencing
  • Mudah lapar dan haus
  • Berat badan menurun
  • Pandangan kabur
  • Gatal- gatal terutama di sekitar kemaluan
  • Cepat lelah dan mengantuk
  • Luka sulit sembuh
  • Melahirkan bayi > 4 kg
  • Impoten
  • Kesemutan

Jenis Obat-obat Diabetes

  • Obat anti diabetes (OAD) dalam bentuk tablet
  • Insulin

Komplikasi Diabetes mellitus

  • Koma ketosidosis yaitu akibat kadar gula darah terlalu tinggi
  • Kerusakan Ginjal
  • Kerusakan dan kematian jaringan
  • Impoten
  • Penyakit Jantung Koroner
  • Stroke
  • Katarak, Buta
  • Gigi goyang

Pencegahan

  1. Batasi penggunaan gula
  2. Batasi makanan seperti jeroan, sarden, burung dara, unggas, kaldu, emping, tape
  3. Hindari makanan yang berlemak, seperti telur, keju, kepiting, udang, kerang, cumi – cumi, susu, santan
  4. Kontrol berat badan
  5. Hindari konsumsi garam yang berlebihan
  6. Stop merokok
  7. Olah raga teratur
  8. Hindari stress
  9. Stop minum – minuman beralkohol
  10. Check up secara teratur
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ TB Paru” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS  adakan penyuluhan kesehatan mengenai TB Paru serta edukasi mengenai Etika Batuk dan 6 langkah Cuci Tangan. di Ruang Cendrawasih Lantai IV, Rabu (10/7/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Muliady dan Tim PPI RS Vita Insani Pematangsiantar.

APA ITU TBC ?

  • TBC adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis
  • TBC dapat menyerang siapa saja dari golongan sosial apapun
  • TBC biasanya menyerang paru-paru,tetapi dapat juga menyerang bagian tubuh lainnya, seperti : otak, tulang, sendi, Selaput otak, kulit, kelamin dan lain- lain

APA TBC ITU BISA MENULAR ?

TBC dapat menular, terutama bila dalam dahak ditemukan kuman TBC

BAGAIMANA PENULARAN TBC

Kuman TBC keluar ke udara pada saat penderita TBC batuk, bersin atau berbicara. Kuman TBC  terhirup oleh orang lain melalui saluran pernafasan  menuju paru-paru dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. Didalam tubuh, kuman TBC dilawan oleh daya tahan tubuh,  jika daya tahan tubuh lemah, orang tersebut menjadi sakit TBC. Jika daya tahan tubuh kuat, orang tersebut tetap sehat.

FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT TBC

  • Merokok
  • Kepadatan rumah
  • Status gizi
  • Sosial-ekonomi
  • Perilaku

GEJALA PENYAKIT TBC PADA ORANG DEWASA

  1. Batuk terus menerus disertai dahak selama 3 minggu atau lebih
  2. Kadang-kadang dahak yang keluar bercampur dengan darah.
  3. Sesak nafas dengan rasa nyeri di dada
  4. Badan lemah, nafsu makan menurun,berat badan menurun
  5. Berkeringat malam hari walau tanpa aktifitas
  6. Demam meriang lebih dari sebulan

GEJALA PENYAKIT TBC  PADA ANAK

  • Berat badan turun selama 3 bulan berturut turut tanpa sebab yang jelas
  • Tidak ada nafsu makan
  • Demam lama dan berulang
  • Muncul benjolan didaerah leher, ketiak dan lipat paha
  • Batuk lama lebih dari 30 hari dan nyeri dada
  • Diare berulang yang tidak sembuh dengan pengobatan diare.

APA SAJA YANG DIPRIKSA UNTUK PENYAKIT TBC

  • Anamnesa ( riwayat penyakit, keluhan dan pemeriksaan klinis ).
  • Test Mantoux ( untuk mengetahui apakah pernah terinfeksi atau belum / terutama pada anak-anak )
  • Pemeriksaan dahak (dahak diambil 3 kali dalam waktu 2 hari, yakni Sewaktu, Pagi dan Sewaktu)
  • Pemeriksaan foto rontgen

PENGOBATAN TBC

Pengobtan TBC berlangsung selama 6 bulan atau 8 bulan, terbagi 2 tahap

  • Tahap Awal (Obat berwarna merah), obat diminum setiap hari selama 2 atau 3 bulan
  • Tahap lanjutan (Obat berwarna kuning), obat diminum 3 kali seminggu selama 4 atau 5 bulan

EFEK SAMPING OBAT

Pada sebagian pasien, obat anti TBC dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain sebagai berikut:

  1. Gatal dan kemerahan di kulit
  2. Mual, muntah, tidak nafsu makan, nyeri perut, diare
  3. Nyeri sendi, nyeri tulang, kesemutan, telinga mendenging
  4. Kulit kekuningan , hepatitis
  5. Air seni berwarna merah bukan efek samping obat tetapi akibat normal karena minum OAT

Jangan hentikan sendiri pengobatan jika mengalami efek samping obat, segera hubungi petugas kesehatan untuk penanganan selanjutnya

BAGAIMANA MERAWAT PENDERITA TBC HINGGA SEMBUH

  • Minum obat teratur dan benar sesuai anjuran dokter selama 6 bulan
  • Melibatkan anggota keluarga untuk mengawasi dan memastikan penderita TBC minum obat dengan teratur dan benar

PEMANTAUAN KEMAJUAN PENGOBATAN

Dilakukan melalui pemeriksaan ulang dahak mikroskop, jadual pemeriksaan ulang dahak yakni pada akhir bulan ke-2, pada akhir bulan ke-5, dan pada akhir bulan ke-6 (akhir pengobatan).

Jika hasil pemeriksaan ulang dahak pada akhir pengobatan tidak ditemukan kuman lagi berarti penderita telah sembuh.

PENCEGAHAN TBC

Hindari keluarga anda terkena TBC dengan cara berikut ini

  1. Obati penderita TBC sampai sembuh untuk memutus rantai penularan TBC
  2. Menutup mulut dengan sapu tangan saat batuk atau bersin dan membuang dahak atau ludah di wadah bertutup
  3. Berikan imunisasi BCG pada balita untuk mencegah TBC berat
  4. Memakan makanan mengandung gizi, istirqhat cukup
  5. Membuka jendela setiap pagi hingga sore hari
  6. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Varicella ” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Varicella di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (17/07/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Rodearni Sri Ningsih Haloho

Apa itu Varicella?

  • Suatu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella-zoster (cacar air)
  • Anak-anak sampai dewasa bisa terkena cacar air
  • Dapat berulang tergantung daya tahan tubuh

Apa Penyebabnya

  • Virus Varicella zoster
  •  Lemahnya sistem kekebalan tubuh
  •  Pola hidup tidak sehat
  •  Hidup dalam lingkungan tidak bersih atau tidak sehat
  •  Penularan dari orang lain

Cara penularan

Cacar air sendiri dapat menular melalui

  1. Bersin
  2. Batuk
  3. Pakaian pasien yang tercemar
  4. Sentuhan gelembung/lepuh yang pecah
  5. Perlu juga diwaspadai kontak virus yang berasal dari air ludah atau liur dari penderita cacar air

Tanda & Gejala

  1. Demam dan lesu, kemudian demamnya menurun lalu timbul bercak-bercak merah yang mempunyai gelembung kecil diatasnya
  2. Isi gelembung biasanya bening, tetapi bila terkena infeksi akan bernanah
  3. Gelembung yang bernanah inilah  kadang-kadang menimbulkan bekas setelah sembuh

Penanganan

  • Dapat sembuh sendiri 7-14 hari
  •  Mandi menggunakan air hangat, menggunakan lotion dari dokter pada daerah yang gatal
  •  Istirahat yang cukup
  •  Makan makanan yang bergizi yang dapat menambah kekuatan sistem kekebalan tubuh
  • Menggunakan pakaian yang sedikit longgar supaya tidak membuat luka

Hal Yang Perlu Diperhatikan

  1. Segera periksa penderita cacar air ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik
  2. Mandi secara teratur pagi dan sore. Gunakan sabun yang mengandung antiseptik
  3. Hindari pemakaian bedak tabur saat gelembung pecah. Hal ini disebabkan pemberian bedak akan menambah perluasan penyebaran cairan dari cacar air yang berisi virus ke kulit yang sehat
  4. Pakailah salep yang telah di resepkan dokter seperti Acyclovir
  5. Hindari menggaruk luka bekas cacar air yang telah mengering agar tidak membekas

Komplikasi

Komplikasi pada anak-anak umumnya jarang timbul dan lebih sering pada orang dewasa, berupa ensepalitis, pneumonia, glumerulonephritis, karditis, hepatitis, keratitis, konjunctivitis,otitis, arteritis dan beberapa macam purpura.

Infeksi yang timbul pada trimester pertama kehamilan dapat menimbulkan kelainan konginetal, sedangkan infeksi yang terjadi beberapa hari menjelang kelahiran dapat me-nyebabkan varisela kongenital pada neonatus.

Pencegahan

  1. Menjaga kebersihan badan, pakaian dan lingkungan
  2. Perlu pula mengkonsumsi makanan  bergizi
  3. Menghindari sumber penularan
  4. Vaksinasi cacar air
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Demam Tifoid” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Demam Tifoid di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (19/6/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Muliady.

APA ITU DEMAM TIFOID ?

penyakit infeksi akut yang biasanya terdapat pada saluran pencernaan (usus halus) dengan gejala demam satu minggu atau lebih disertai gangguan pada saluran pencernaan dan dengan atau tanpa gangguan kesadaran.

PENYEBAB

Penyebab Demam Tifoid adalah Salmonella typhi. Salmonella para typhi A, B Dan C

CARA PENULARAN

  • Kebersihan diri yang rendah
  • Kebersihan makanan yang rendah
  • Lingkungan yang kumuh
  • Penyediaan air bersih yang tidak memadai
  • Jamban yang tidak memenuhi syarat
  • Pasien tifoid yang tidak sembuh sempurna

TANDA DAN GEJALA

  1. Demam Pagi rendah ,ketika sore dan malam hari demam mulai meninggi . Pada minggu ke 2 masih dalam keadaan demam Pada minggu ke 3 demam perlahan lahan turun
  1. Pusing, insomnia, dan badan kurus.
  2. Gangguan saluran pencernaan Bau mulut yang tidak sedap,lidah kelihatan kotor/ditutupi selaput putih,nyeri perut (terutama di uluh hati,mual dan muntah).
  1. Gangguan Kesadaran Pandangan seperti berkabut (ringan), Koma (berat)
  1. Hepatomegali Hati dan limpa membesar
  1. Rose spot Terdapat merah merha di badan

PENCEGAHAN

  • Menghindari jajan di tempat yang kurang terjamin kebersihannya
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Membiasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan
  • Mencuci sayur dan buah buahan sampai bersih
  • Meminum air yang matang
  • Cuci tangan dengan air hangat dan sabun setelah melakukan BAB/BAK
  • Sebelum dipakai cuci peralatan makan dan minum

PERAWATAN

  1. Pasien diistirahatkan 7 hari sampai demam turun atau 14 hari untuk mencegah komplikasi perdarahan usus
  2. Aktivitas bertahap bila tidak ada panas
  3. Harus menjaga kebersihan tempat tidur, pakaian dan peralatan yang dipakai
  4. Jika sudah mendapat obat lakukan memberi obat dengan benar

DIET

  1. Diet yang harus diberikan harus cukup kalori dan tinggi protein (gizi seimbang)
  2. Pada penderita Tifoid harus diberi bubur saring
  3. Makan makanan yang tidak merangsang saluran cerna
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Demam Berdarah Dengue” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai DBD di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (12/6/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Wianlie Cendana.

APA ITU DBD ?

Penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat dan sering menimbulkan wabah.

PENYEBAB DBD

Penyebab DBD adalah virus dengue yang sampai saat ini dikenal dengan 4 serotipe :

  1. Dengue – 1
  2. Dengue – 2
  3. Dengue – 3
  4. Dengue – 4

CARA PENULARAN

Virus Dengue masuk ke dalam aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

CIRI-CIRI NYAMUK AEDES AEGYPTI

  1. Nyamuk berwarna hitam dengan bercak putih di punggung
  2. Nyamuk Aedes Aegypti betina mencari mangsa pada siang hari. Aktifitas menggigit mulai pagi sampai petang hari dengan 2 puncak aktifitas antara pukul 09.00 – 10.00 dan pukul 16.00 – 17.00
  3. Istirahat di tempat gelap dan lembab di sekitar rumah.

MASA INKUBASI DBD

Masa inkubasi DBD biasanya 4 – 7 hari atau bahkan 3 – 15 hari sesudah masa tunas/inkubasi selama 3 – 15 hari orang yang tertular dapat mengalami/menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :

  • Bentuk Abortif, Penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
  • Dengue Klasik, Penderita mengalami demam tinggi selama 4 – 7 hari nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak pendarahan dibawah kulit.
  • Dengue Haemorhagic Fever (Demam Berdarah Dengue/DBD), Gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan pendarahan dari hidung (Epitaksis/mimisan), mulut, dubur, dsb.
  • Dengue Syok Sindrom, Gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok/presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.

TEMPAT POTENSIAL BAGI PENULARAN DBD

  1. Wilayah yang banyak kasus DBD (Endermis).
  2. Tempat-tempat umum seperti sekolah, RS, Puskesmas, Hotel, Pasar, Restoran, dan Tempat Ibadah.
  3. Pemukiman baru di pinggir kota, kemungkinan diantaranya terdapat penderita atau carier yang membawa virus dengue.

TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN NYAMUK AEDES AEGYPTI

Tempat penampungan air seperti : drum, tangki, tempayan, bak mandi/wc ,ember, vas bunga, barang bekas, tempat minum burung dan potongan bambu.

PENCEGAHAN

 Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit DBD, pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk DBD dengan kegiatan membrantas telur, jentik dan kepompong nyamuk DBD di tempat-tempat pembiakannya.

PEMBERANTASAN

 Cara Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD dilakukan dengan cara “3M” yaitu:

  1. Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air, seperti : Bak mandi/WC, drum, dll. (M1)
  2. Menutup rapat-rapat tempat penampungan air, seperti : Gentong Air, Tempayan, dll (M2).
  3. Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan (M3).

Selain itu ditambah dengan cara lain yang disebut “3M PLUS)

  1. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau tempat lainnya yang sejenis seminggu sekali.
  2. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar / rusak.
  3. Menutup lubang pada potongan bambu / pohon dengan tanah.
  4. Menaburkan bubuk Larvasida.
  5. Memelihara ikan pemakan jentik di kolam / bak penampung air.
  6. Memasang kawat kasa.
  7. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar.
  8. Menggunakan kelambu.
  9. Memakai obat yang dapat mencegah gigitan nyamuk.

KAPAN HARUS SEGERA DIBAWA KE RUMAH SAKIT

Bila muncul salah satu atau lebih gejala:

  1. Kesadaran menurun, anak gelisah
  2. Kulit kaki, kulit tangan lembab dan dingin
  3. Kencing berkurang atau malahn tidak kencing selama 6 jam
  4. Kejang
  5. Kurang makan, minum, muntah terus menerus hingga anak lemas
  6. Keluar pendarahan pada hidung, kulit, mulut atau dubur
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Gastroenteritis” bagi seluruh keluarga pasien RS Vita Insani

RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Gastroenteritis di ruang Convention  Hall Lantai V RS Vita Insani, Rabu (3/7/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Adytia Theopani Bineredo Damanik.

APA ITU GASTROENTERITIS ?

Gastroenteritis yaitu peradangan pada saluran pencernaan yang melibatkan lambung dan usus kecil, sehingga mengakibatkan kombinasi diare, muntah, dan sakit serta kejang perut.

PENYEBAB GASTROENTERITIS

  1. Faktor infeksi ,Infeksi bakteri,Infeksi virus,Infeksi parasit
  1. Faktor malabsorbsi Malabsorbsi karbohidrat: disakarida, monosakarida pada bayi dan anak, malabsorbsi lemak, malabsorbsi protein.
  1. Faktor makanan Makanan basi beracun dan alergi makanan.
  1. Faktor kebersihan Penggunaan botol susu, air minum tercemar dengan bakteri tinja, tidak mencuci tangan sesudah buang air besar, sesudah membuang tinja atau sebelum mengkonsumsi makanan.
  1. Faktor psikologi Rasa takut dan cemas dapat menyebabkan diare karena dapat merangsang peningkatan peristaltik usus.

KEBIASAAN PENYEBAB TERJADI GASTROENTERITIS

  • Makan tanpa cuci tangan yang bersih
  • Minum air mentah atau kotor
  • Makan makanan yang dihinggapi lalat
  • Buang air besar di sembarang tempat
  • Lingkungan rumah yang kotor
  • Sampah berserakan

TANDA DAN GEJALA

  • BAB cair > 3x sehari
  • Anak gelisah/rewel
  • Badan lesu/lemah
  • Muntah
  • Nyeri abdomen
  • Nafsu makan menurun
  • Demam
  • Kekurangan cairan (Dehidrasi)
  • berat badan turun
  • ketegangan dan kekenyalan kulit berkurang
  • selaput lendir mulut dan bibir kering
  • Pada bayi ubun”ubun besar cekung

AKIBAT JIKA GASTROENTERITIS TIDAK DIATASI..

  • Kehilangan cairan yang berlebih
  • Penurunan kesadaran
  • Kematian

PENATALAKSANAAN

  • Mengganti cairan yang keluar dengan memberikan
  • Memberian Makanan pada anak
  • Berikan ASI lebih sering
  • Bila tidak minum ASI berikan susu yang biasa diminum
  • Sari buah segar atau Pisang yang dihaluskan
  • Pemberian makanan sedikit demi sedikit tapi sering (Paling kurang 6 kali sehari)
  • Anak diberi makan dengan jumlah yang lebih banyak setiap hari selama 2 minggu setelah diare berhenti
  • Bila tidak diberikan oleh petugas kesehatan, jangan berikan obat-obatan

BAWA ANAK KE PELAYANAN KESEHATAN TERDEKAT JIKA DITEMUKAN SALAH SATU TANDA DIBAWAH INI

  • Tidak membaik dalam 3 Hari
  • Tinja cair keluar amat sering
  • Muntah berulang-ulang
  • Sangat haus
  • Tidak mau makan atau minum seperti biasanya
  • Demam
  • Ada darah dalam tinja
  • Anak terlihat sangat lemas
  • Didapati satu atau lebih tanda-tanda kekurangan cairan (dehidrasi)
  • INFO & BERITA

Tim Promkes Gelar Edukasi Kesehatan “ Keluarga Berencana” bagi Pasien Rawat Jalan RS Vita Insani

Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional yang jatuh pada tanggal 29 Juni, RS Vita Insani Pematangsiantar melalui Tim PKRS adakan penyuluhan kesehatan mengenai Keluarga Berencana di Gedung 3 Lantai 1 Poliklinik RS Vita Insani, Rabu (26/6/2019). Materi di sampaikan oleh dr. Melany S. Saragi.

KELUARGA BERENCANA

Suatu program yang direncanakan oleh pemerintah untuk mengatur kelahiran sehingga dapat tercapai keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

MANFAAT BER KB

  • Mencegah kehamilan yang tidak direncanakan
  • Meningkatkan kesehatan ibu dan anak
  • Meningkatkan kesejahteraan keluarga
  • Mengatur dan menjarangkan kehamilan
  • Meningkatkan kecukupan ASI dan pola asuh yang baik bagi anak
  • Menurunkan resiko kematian ibu dan bayi

TUJUAN BER KB

  1. Keluarga dengan anak ideal
  2. Keluarga sehat
  3. Keluarga berpendidikan
  4. Keluarga sejahtera
  5. Keluarga berketahanan
  6. Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya
  7. Penduduk tumbuh seimbang

SIAPA HARUS BER KB ?

Pasangan usia subur (PUS) yaitu usia 15-49 tahun yang ingin menunda kehamilan, menjarangkan kehamilan, atau mengakhiri kehamilan.

PENGERTIAN KONTRASEPSI

Kontrasepsi yaitu mencegah pembuahan sel telur (ovum) oleh sel mani (spermatozoa), sehingga tidak terjadi kehamilan.

SYARAT-SYARAT ALAT KONTRASEPSI

  1. Aman
  2. Berdaya guna dapat mencegah kehamilan.
  3. Dapat diterimaoleh lingkungan budaya di masyarakat.
  4. Terjangkau harganya oleh masyarakat
  5. Bila penggunaan alat kontrasepsi dihentikan penggunaannya akan segera kembali kesuburannya, kecuali untuk kontrasepsi permanen.

JENIS KONTRASEPSI

Kontrasepsi Permanen (Tetap)

  1. Tubektomi (Pada Wanita)

Tubektomi adalah pemotongan saluran indung telur (tuba fallopi) sehingga sel telur tidak bisa memasuki rahim untuk dibuahi.

Keuntungan :

  • Tidak ada efek samping jangka panjang
  • Permanen
  • Tidak mengganggu hubungan suami-istri

 

  1. Vasektomi (Pada Pria)

Vasektomi adalah Pemotongan pada saluran vasa deferesia dan terkadang hanya mengikat vasa deferesia.

Keuntungan :

  • Tidak menganggu hubungan suami istri dan tidak mengganggu libido/ereksi/ejakulasi
  • Tidak ada efek samping jangka panjang
  • Permanen

Kontarsepsi Nonpermanen (Kontrasepsi tidak tetap)

  1. METODE LAM  (Lactational Amenorrhoe Methode)  PEMBERIAN ASI
  • Menyusui eksklusif (menyusui bayi dari 0 s/d 4 bulan tanpa makanan tambahan)
  • ibu sering memberikan ASI siang dan malam;
  • Belum mendapat haid
  • Bayinya belum berumur 6

 

  1. Pantang Berkala (Metode Kelender)

Cara ini dilakukan dengan tidak melakukan hubungan intim pada saat istri dalam masa subur.

  1. Coitus Interruptus (Sanggama Terputus)

senggama terputus atau dalam artian penis dikeluarkan dari vagina sesaat sebelum cairan sperma keluar (ejakulasi) terjadi.

Menggunakan Alat Bantu

  1. Pil KB
  2. Minipil

Alat kontrasepsi jenis pil yang hanya mengandung hormon progesteron.Pil ini cocok untuk ibu menyusui.

  1. Pil Kombinasi

alat kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

Pil ini mempunyai tingkat keberhasilan yang tinggi (99%) bila digunakan dengan tepat dan secara teratur.

Keuntungan :

  • tidak terganggu hubungan seksual
  • Kesuburan cepat kembali
  • Membuat menstruasi teratur
  • Mengurangi kram atau sakit saat menstruasi

 

  1. Susuk atau Implant

Alat kontrasepsi dengan cara memasukkan tabung kecil di bawah kulit pada bagian tangan.

Keuntungan :

  • Daya guna tinggi
  • Perlindungan jangka panjang
  • kesuburan cepat kembali
  • :Tidak memerlukan pemeriksaan dalam

 

  1. Suntikan

Alat kontrasepsi suntik yang hanya mengandung hormon progesteron yang di berikan setiap 3 bulan sekali / 12 minggu sekali.

Keuntungan :

  • Tidak mengganggu hubungan seksual
  • Tidak mengganggu produksi ASI
  • Cocok digunakan bagi pengguna yang pelupa (lupa minum pil)

 

  1. IUD (intra uterine device) / AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim) / Spiral

Teknik kontrasepsi ini adalah dengan cara memasukkan alat yang terbuat dari tembaga kedalam rahim.

Keuntungan :

  • Bisa digunakan untuk metode jangka panjang
  • Bisa digunakan untuk klien yang mempunyai tekanan darah tinggi
  • Tidak mengganggu produksi ASI

 

  1. Jeli, tablet busa dan spons / Spermatisida

Bahan atau substansi yang dapat me-non-aktifkan sperma sebelum sperma masuk ke rongga rahim.

Efek Samping

  • Iritasi vagina oleh spermatisida dapat meningkatkan risiko penyakit menular seksual.
  • Dapat menyebabkan infeksi di saluran kencing dan vagina.
  • Menimbulkan orang alergi terhadap bahan-bahan tersebut.

 

  1. Vagina Diafragma / Kap serviks ( cervical cap)

Lingkaran cincin dilapisi karet fleksibel ini akan menutup mulut rahim bila dipasang dalam liang vagina 6 jam sebelum berhubungan intim.

Keuntungan :

  • Tidak mengganggu produksi ASI
  • Bisa menghambat keluarnya darah haid

 

  1. Kondom

Kondom digunakan pada fenis pria untuk mencegah sperma bertemu sel telur ketika terjadi ejakulasi / berhubungan intim.

Keuntungan :

Mudah untuk didapatkan, tidak membutuhkan bantuan medis untuk menggunakannya, dapat melindungi dari PMS, dan mudah digunakan.

  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA
  • INFO & BERITA

Jl. Merdeka No.329, Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara 21132, Indonesia

Klik pada logo H di peta untuk menuju ke alamat kami dengan membuka Google Maps